nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkuat Sistem Kelistrikan dengan PLTU Sintang

Jamilah, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 17:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 28 320 1984087 perkuat-sistem-kelistrikan-dengan-pltu-sintang-Pbr39x33Iv.jpeg PLTU Sintang Kalbar (Foto: PLN)

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang, Kalimantan Barat yang berkapasitas sebesar 21 megawatt (mw).

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri bersama Bupati Sintang Jarot Winarno, secara simbolis meresmikan PLTU Sintang dengan menekan sirene dan menandatangani prasasti.

Seperti yang dilansir dari Instagram Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu(28/11/2018) PLTU Sintang ini berupakan bagian dari proyek pembangunan PLTU berskala kecil yang dilaksanakan PLN di kawasan Kalimantan.

Machnizon menyampaikan bahwa PLTU Sintang merupakan bagian dari proyek pembangunan PLTU berskala kecil yang dilaksanakan oleh PLN di kawasan Kalimantan. Sebelumnya, selain di Sintang, di Provinsi Kalbar sendiri telah dilaksanakan pembangunan PLTU skala kecil di Ketapang dan Sanggau dan telah beroperasi penuh.

Baca Juga: Mau Pasang Panel Surya di Atap Harus Minta Izin ke PLN

Pekerjaan konstruksi PLTU bernilai investasi Rp357 miliar dan dalam masa pekerjaan konstruksi, PLN melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja lokal di sekitar PLTU. Sementara selama beroperasi ada 114 tenaga kerja lokal yang dipekerjakan.

“Kami berharap keberadaan PLTU akan memperkuat sistem kelistrikan di Kabupaten Sintang dan sekitarnya, meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Machnizon,

PLTU Sintang yang memiliki tiga unit pembangkitan berkapasitas masing-masing 7 mw ini telah siap menyalurkan listrik secara komersial untuk masyarakat sejak 4 Oktober 2018.

Baca Juga: Gandeng Jerman, RI Kerjasama Pemasangan Listrik Surya Atap

Saat ini, daya listrik yang dihasilkan PLTU dapat secara langsung didistribusikan ke pelanggan di Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu melalui jaringan 20 kV (kilo Volt). PLTU yang berdiri di lahan seluas 12 hektare ini juga ditargetkan untuk dapat terhubung ke Sistem Kelistrikan Khatulistiwa melalui gardu-gardu induk dan jaringan transmisi 150 kV yang kini tengah dalam proses pembangunan.

Jarot mengatakan, keberadaan PLTU Sintang ini pastinya akan semakin memperkuat kelistrikan di Sintang yang sebenarnya sudah dalam kondisi surplus. Hal ini diharapkan dapat memperbanyak jumlah desa yang teraliri listrik.

Dengan beroperasinya PLTU Sintang, maka daya sebesar 21 mw yang dihasilkannya dapat mengaliri sekitar 16.153 pelanggan dengan asumsi daya tersambung sebesar 1.300 volt ampere (va) per pelanggan.

Selain itu, rasio elektrifikasi (RE) Kabupaten Sintang meningkat menjadi 80,73% di mana sebelumnya hanya tercatat sebesar 64,76% di Oktober. Hal tersebut juga mampu mendongkrak RE Provinsi Kalimantan Barat dari 85,49% menjadi 86,88%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini