nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sektor Pariwisata Ditargetkan Sumbang Devisa USD20 Miliar pada 2019

Anggun Tifani, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 20:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 03 320 1986330 sektor-pariwisata-ditargetkan-sumbang-devisa-usd20-miliar-pada-2019-kkommGodnI.jpg Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Okezone)

TANGERANG - Sektor pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi penyumbang devisa utama pada tahun 2019. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Pariwisata memproyeksikan nilai pemasukan dari kunjungan turis asing mencapai USD20 miliar.

Dijelaskan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, kunjungan tahun ini mencapai angka sebanyak 20 juta wisatawan dan pemasukan sebesar USD20 miliar. Dengan begitu, dia berharap tidak menutup kemungkinan tahun 2019 akan tembus USD20 miliar.

Baca Juga: Gandeng Blogger, Dinas Pariwisata Promosi Wisata Kabupaten Semarang

"Tahun ini dari pariwisata diprediksi mencapai USD17 miliar, maka pada tahun depan pariwisata diproyeksikan mencapai USD20 miliar, kita harapkan bisa menjadi nomor satu penyumbang devisa negara," ujar Arief Yahya, dalam giat Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) di Hotel Novotel Kota Tangerang, Senin (3/12/2018).

Dikatakan Arief, angka tersebut mengalahkan pemasukan devisa dari sektor minyak sawit sebesar 16 miliar, migas serta pertambangan batu bara. Untuk itu, lanjut Arief, presiden Joko Widodo menetapkan sektor wisata sebagai penghasil devisa terbesar di 2019. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Bidik Peluang Pertumbuhan Pariwisata Dunia

Arief memaparkan, ada 10 daerah yang baru dipromosikan. Menpar Arief Yahya membaginya menjadi dua, yakni daerag dipromosikan diantaranya Bali, Jakarta, Bandung, Bromo dan enam wilayah lain.

Selain itu, ada 10 wilayah 'Bali Baru' yang saat ini tengah dipromosikan ke mancanegara. Diantaranya ialah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika NTB dan lain sebagainya.

"Kemenpar terus berkordinasi dengan tiap wilayah di Indonesia untuk terus menggairahkan potensi wisata. Meski itu bentuknya event, kita berharap dilaksanakan ditiap minggu, agar gaungnya semakin terdengar di dunia Internasional," tutup Arief.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini