nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPRD Tertibkan Penunggak Pajak

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 11:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 20 1987029 bprd-tertibkan-penunggak-pajak-Hqb9RWpWz4.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta melakukan penagihan aktif melalui surat paksa penagihan pajak terhadap wajib pajak yang masih terus menunggak pajak sesuai Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB) dengan landasan hukum Peraturan Gubernur (Pergub) No 190/2017 tentang Tata Cara Penagihan Pajak Daerah dengan Surat Paksa.

BPRD menyasar pajak untuk restoran dan kawasan perkantoran yang menunggak pajak air tanah. Selain itu, di kawasan perumahan, BPRD akan melakukan sosialisasi ketaatan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

 Baca Juga: Tidak Ada Pajak Baru pada 2019, Ini 3 Fakta di Baliknya

Rata-rata wajib pajak ini menunggak sekitar 2-5 tahun. Prosedur penagihan dengan surat paksa ini terlebih dahulu dilakukan dengan upaya lain, seperti surat imbauan, pemasangan stiker, surat teguran 21 hari, dan pemberitahuan surat paksa.

Hal ini disampaikan Kepala Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Administrasi Jakarta Selatan Yuspin Dramatin.

“Pelaksanaan kegiatan penyampaian surat paksa kepada wajib pajak ini merupakan salah satu bagian tugas pokok kami. Kami sudah melakukan penagihan, baik secara pasif maupun aktif,” ujar Yuspin.

Dia menambahkan, saat ini sudah dilakukan penagihan aktif, khususnya di wi layah Jakarta Selatan, kepada 37 wajib pajak yang masih menunggak pajak.

 Baca Juga: Ferrari Cs Kena Pajak hingga 195% dan Harganya Naik 3 Kali Lipat

Sebelumnya juga telah diberikan surat imbauan untuk membayar kewajiban perpajakannya. Meskipun memang belum sepenuhnya dibayar lunas, wajib pajak dengan iktikad baik membuat surat pernyataan kesanggupan membayar secara mencicil.

BPRD mengapresiasi hal tersebut. Selain itu, dilakukan penagihan terhadap 11 wajib pajak melalui surat paksa karena tidak memberikan respons apa pun.

“Kami sangat mengapresiasi wajib pajak yang punya iktikad baik membuat surat pernyataan kesanggupan bayar secara mencicil,” kata Yuspin. (Anton C)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini