nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Akhir Tahun, Sri Mulyani Lapor Realisasi APBN 2018 ke Presiden Jokowi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 19:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 20 1987341 jelang-akhir-tahun-sri-mulyani-lapor-realisasi-apbn-2018-ke-presiden-jokowi-yNEmnqt4zF.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan update realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tahun ini diperkirakan APBN tumbuh dengan baik dibanding tahun lalu.

“Penerimaan negara tahun ini pertumbuhanya cukup bagus, baik penerimaan pajak yang pertumbuhannya 15,2%, penerimaan bea cukai tumbuh 14,7%, dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh 28,4%,” ujar Sri Mulyani, di Istana Presiden, Rabu (5/12/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Satu Dekade Terakhir Ada Rp70 Triliun Anggaran Tak Terserap Tiap Tahun

Menurutnya, untuk realisasi akhirnya akan disampaikan pada 31 Desember 2018. Dia melanjutkan, untuk penerimaan negara akan tumbuh 18,2%. Hal ini pertama kalinya bisa mencapai lebih dari apa yang ada dalam Undang-Undang APBN.

Dia menuturkan perkiraan penerimaan negara bisa mencapai Rp1.936 triliun atau lebih tinggi dari APBN 2018 sebesar Rp1.894 triliun. “Jadi penerimaan kita bagus, selain itu belanja juga kita bagus,” tutur Sri Mulyani.

Selain itu, sampai akhir tahun belanja negara diperkirakan mencapai Rp2.220 triliun atau tumbuh 11%, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya tumbuh 6,9%. “Pendapatan negara yang tumbuh 18,2% tadi, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya tumbuh 6,5% sehingga keduanya meningkat secara baik,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: 2 Kali Jadi Menkeu, Sri Mulyani: Masyarakat Masih Awam soal APBN

Kemudian, total keseluruhan APBN 2018 diperkirakan defisit hanya 1,86%, jauh lebih rendah di dalam Undang-Undang APBN sebesar 2,19%.

“APBN 2018 Insya Allah baik, dan sekarang fokusnya adalah bagaimana menyelesaikan defisit kita yang menurun dan juga primary balancenya mendekati 0 hanya defisit Rp15 triliun.” Katanya.

Diketahui, dalam Undang-Undang APBN, primary balance yang dianggarkan Rp87 triliun jauh lebih kecil, turun sekitar Rp72 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini