nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Groundbreaking Pabrik Petrokimia Rp52 Triliun, Menperin Ingatkan Tenaga Kerja Lokal

Jamilah, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 16:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 320 1988200 groundbreaking-pabrik-petrokimia-rp52-triliun-menperin-ingatkan-tenaga-kerja-lokal-gFESVhIk4O.jpg Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

JAKARTA - Komplek petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, senilai USD3,5 miliar atau Rp52,5 triliun resmi dibangun yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

"Industri petrokimia sama pentingnya seperti industri baja, sebagai mother of industry. Untuk itu, kita perlu menjaga situasi lingkungan dan iklim usaha yang stabil agar proyek ini berhasil terlaksana dengan baik," kata Airlangga seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Airlangga menyampaikan hal itu pada acara Peletakan Batu Pertama (groundbreaking) Pembangunan Komplek Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) di Cilegon, Banten.

 Baca Juga: 3 Perusahaan Petrokimia Tambah Investasi USD10,6 Miliar

Berdasarkan karakteristiknya, menurut Menperin, industri petrokimia dikategorikan sebagai jenis sektor manufaktur yang padat modal, padat teknologi, dan lahap energi, sehingga perlu mendapat perhatian khsusus dari pemerintah untuk langkah pengembangan yang berkelanjutan.

"Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, telah ditetapkan industri kimia menjadi salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan agar menjadi pionir dalam penerapan Revolusi Industri 4.0," jelasnya.

Untuk itu, Kemenperin mengapresiasi PT Lotte Chemical Indonesia yang telah merealisasikan investasinya dengan membangun komplek petrokimia di atas luas area 100 hektare ini.

 Baca Juga: Jerman Tertarik Investasi Pabrik Petrokimia di Papua

Komplek petrokimia tersebut memiliki total kapasitas produksi naphta cracker sebanyak 2 juta ton per tahun.

Bahan baku itu selanjutnya diolah untuk menghasilkan 1 juta ton etilene, 520 ribu ton propilene, 400 ribu ton polipropilene, dan produk turunan lainnya yang juga bernilai tambah tinggi.

Produksi PT Lotte Chemical Indonesia tersebut untuk memenuhi permintaan domestik maupun global.

Dalam proyek pembangunan infrastukturnya, diproyeksi menyerap tenaga kerja langsung hingga 1.500 orang dan dengan tenaga kerja tidak langsung bisa mencapai 4.000 orang pada periode 2019-2023.

"Langkah ini seiring arahan Bapak Presiden Jokowi untuk terus menggenjot investasi, industrialisasi, dan hilirisasi. Upaya ini diyakini meningkatkan perekonomian kita secara fundamental, dengan penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki neraca perdagangan," aujar Airlangga.

Menperin bertekad mendorong percepatan pembangunan komplek petrokimia tersebut, sehingga mendukung pengurangan impor produk petrokimia minimal 50%.

"Kami juga berharap agar proyek ini lebih mengutamakan penggunaan komponen lokal. Termasuk tenaga kerja yang akan dilibatkan dalam proyek ini, harus lebih diutamakan dari dalam negeri," tegasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini