nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Pastikan Produk Olahan Kopi Indonesia ke Filipina Tidak Terhambat Lagi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 13:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 16 320 1991991 mendag-pastikan-produk-olahan-kopi-indonesia-ke-filipina-tidak-terhambat-lagi-l4szTMjuuV.jpg Ilustrasi: Foto Minimoka

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan produk kopi olahan Indonesia berupa kopi instan 3-in-1 tidak lagi terhambat ke Filipina. Kedua negara sudah melakukan negosiasi sehingga menghasilkan kesepakatan bersama.

Sebelumnya, pemerintah Filipina melakukan pengamanan dengan menerapkan Special Safeguards (SSG) duty atas produk kopi instan 3-in-1 asal Indonesia. Special Safeguards merupakan salah satu instrumen kebijakan perdagangan yang diatur oleh organisasi dagang dunia atau WTO berupa pengenaan tarif bea masuk tambahan produk impor yang dianggap memonopoli atau menguasai pasar dalam negeri sehingga merugikan petani negara pengimpor.

Baca Juga: Ekspor Perikanan RI USD143 Juta Tembus Pasar Korsel

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, pertemuan sudah dilakukan dirinya bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang, yang juga dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri ini.

"Sudah selesai karena sudah lakukan pembicaraan. Dan saya berterima kasih, itu diselesaikan oleh (Presiden Filipina) Duterte dengan pendekatan dari duta besar kita, Pak Sinyo. Bersama dengan saya bertemu Duterte di Bali dan delegasi kita kirimkan, dipimpin oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Saya bertemu juga dengan menteri perdagangannya dan kita melaksanakan kesepakatan yang ada," jelas Enggar ditemui di Sarinah, Jakarta, Minggu (16/12/2018).

Dia menjelaskan, pengamanan yang dilakukan Filipina didorong defisit perdagangan negara tersebut terhadap Indonesia. Oleh sebab itu, pihak Filipina meminta untuk beberapa produk pertaniannya tak dihambat untuk masuk ke Tanah Air.

Kopi Gratis untuk Pemudik di Jalur Nagreg Jawa Barat

Di mana Filipina mengajukan beberapa tuntutan yakni berupa fasilitasi masuknya komoditas pertanian mereka berupa buah pisang, nanas maupun bawang merah agar dapat masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Bitung.

"Jadi wajar sekali mereka membutuhkan pasar, dari produk Filipina jangan dihambat. Sebab ya mereka terus terang defisit perdagangan mereka dengan kita begitu besar dari sisi Filipina" kata dia.

Baca Juga: Bir hingga Kopi Indonesia Tembus Pasar Timur Jauh Rusia

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk yang sempat akan dikenakan kebijakan pengamanan oleh pemerintah Filipina ini berkisar antara USD350–400 juta per tahun, dan ditambah dengan pendapat lainnya yang dapat mencapai USD600 juta.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi permasalahan dagang ini. “Presiden Jokowi bersama presiden Filipina beberapa waktu lalu sudah melakukan kesepakatan untuk membuka jalur perdagangan di Bitung. Jadi kami pun sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk hal tersebut. Kami sudah siap,” kata Kepala Barantan Banun Harpini dalam keterangan tertulisnya. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini