nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Estika Tiara Bidik Dana Segar Rp226,1 Miliar

Senin 17 Desember 2018 11:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 278 1992259 ipo-estika-tiara-bidik-dana-segar-rp226-1-miliar-5mYmeZL1Cy.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar.

Calon emiten distribusi makanan olahan ini menawarkan sebanyak-banyaknya 376,86 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah dikeluarkan dari simpanan (portepel) perseroan.

Adapun harga yang ditawarkan sekitar Rp450-Rp600 per saham, sehingga target dana IPO sekitar Rp169,58 miliar-Rp226,11 miliar. Demikian seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (17/12/2018).

 Baca Juga: IPO, Estika Tata Tiara Lepas 20% Saham

Dalam prospektus singkatnya, perseroan juga bakal melaksanakan program Employee Stock Allocation (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 18,84 juta saham atau sebanyak-banyaknya 5% dari jumlah saham yang ditawarkan. Adapun penjamin pelaksana emisi efek perseroan adalah UOB Kay Hian.

Perseroan merencanakan, menggunakan dana hasil IPO, sebanyak 45% untuk pembelian sapi hidup baik lokal maupun impor, sekitar 25% untuk pembelian barang dagangan berupa daging, sebagian besar dari impor, lokal dari Bulog atau dari distributor lainnya. Lalu, sekitar 30% untuk investasi perluasan kandang, investasi bangunan fasilitas produksi baru di Subang dan investasi bangunan untuk penambahan kapasitas produksi di Salatiga.

Baca Juga: Pemerintah Kritik Unicorn yang Belum IPO

Perseroan menyebutkan, investasi bangunan di Salatiga untuk ruang produksi baru dan cold storage. Kini seluruh ruang produksi sudah terpakai untuk kapasitas 10 ton per hari, dengan utilisasi mencapai 85%, dan akan meningkat sampai 100% di akhir tahun ini.

Adapun ruang ika Taraproduksi perseroan adalah rumah potong hewan yang dikonversi menjadi pabrik makanan olahan, sehingga layoutnya tidak ideal untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan efisien.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini