nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Debut Perdana, Saham SoftBank Langsung Anjlok 6,40%

Mulyani, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 14:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 19 278 1993393 debut-perdana-saham-softbank-langsung-anjlok-6-40-ON1rx6LzW2.jpeg SoftBank (Foto: Getty Images)

JAKARTA – SoftBank Corp mulai memperdagangkan sahamnya hari ini, dengan penjualan terbesar sepanjang masa. Namun sayangnya, saham SoftBank Corp jatuh pada debut perdananya sebesar 6,4% dari harga penawaran umum perdana 1.500 yen atau USD13,36.

Dilansir dari CNBC, Rabu (19/12/2018), perusahaan yang memproduksi unit telekomunikasi Jepang SoftBank Group Corp milik miliarder Masayoshi, mencakup perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat (AS) Sprint. Kelompok ini juga memegang saham yang signifikan di Yahoo Jepang dan hanya kalah sedikit dari rekor USD25 milik e-commerce raksasa, yakni China Alibaba Group.

Baca Juga: IPO, Estika Tiara Bidik Dana Segar Rp226,1 Miliar

Menurut laporan Reuters, SoftBank Corp sebelumnya akan menghimpun dana sebesar 2,65 triliun yen atau USD23,5 miliar setelah menetapkan harga penawaran pada 1.500 yen per saham dan meningkatkan jumlah saham yang dijual sebanyak 160 juta saham sebagai tanggapan atas permintaan yang kuat.

Sayangnya pada penutupan perdagangan pagi ini, saham SoftBank memperpanjang kerugian dan berada di 1,360.00 yen atau turun 9,33%.

SoftBank merupakan perusahaan telepon seluler terbesar ketiga di Jepang setelah NTT Docomo dan KDDI, tetapi kekhawatiran meningkat karena kejenuhan di pasar akibat pengecer online Rakuten juga memperoleh lisensi seluler dan akan mulai menawarkan layanan pada bulan Oktober tahun depan.

Sebelumnya pemerintah telah menekan perusahaan tersebut untuk menurunkan harga untuk layanan mereka. Sebab, selain kekhawatiran tentang persaingan di pasar Jepang, SoftBank telah menghadapi headwinds menjelang IPO, seperti pada akhir September utangnya mencapai 18 triliun yen atau USD160 miliar dan terjadi pemadaman layangan jaringan nasional lebih dari empat jam pada 6 Desember, di mana perusahaan secara terbuka meminta maaf saat itu.

“Ada banyak masalah khusus perusahaan yang unik untuk SoftBank dalam daftar ini,” Spesialis Pasar Modal di Dealogic Romaine Jackson.

"Saya pikir itu bucking tren karena jika Anda melihat kembali kepada investor di ruang IPO Jepang, tahun ini sebenarnya cukup positif," pungkas Jackson.

Baca Juga: Pemerintah Kritik Unicorn yang Belum IPO

Pencatatan di Bursa Saham Tokyo juga dilakukan karena Son, salah satu orang paling berpengaruh di dunia teknologi, membuat gelombang dengan Dana Vision senilai USD100 miliar, dan menandai transformasi grup dari operator seluler menjadi dana investasi global.

Dana ini didirikan pada Oktober 2016 dan ditujukan untuk meningkatkan bisnis yang menjanjikan di sektor teknologi.

"Hasil IPO akan menambah likuiditas perusahaan induk, meskipun sebagian besar dari hasil penjualan ke SoftBank akhirnya dapat digunakan untuk mendanai komitmen modal sisanya ke SoftBank Vision Fund (SVF), yang terus berinvestasi di internet dan bisnis teknologi baru," kata Moody's Layanan Investor.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini