“Selain itu, Harbolnas ternyata membantu meningkatkan penggunaan e-wallet di platform e-commerce, dari 11% di 2017 menjadi 15% di 2018," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Berdasarkan hasil riset ini, nilai transaksi di platform e-commerce rata-rata meningkat 6,9 kali dibanding rata-rata transaksi harian. Selain itu, transaksi selama Harbolnas lebih banyak terjadi pada pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.
"Adapun kategori produk yang paling banyak dibeli adalah produk fesyen, kecantikan dan travel," kata dia.
Untuk produk lokal saja, produk fesyen dan baju keluarga menjadi primadona dengan 56% masyarakat Indonesia membeli produk ini saat Harbolnas berlangsung. Kemudian diikuti produk kecantikan 26% dan produk elektronik 16%.
(Feby Novalius)