Share

Soal Sukuk, Sri Mulyani: Kita Termasuk yang Top

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 21 20 1994382 soal-sukuk-sri-mulyani-kita-termasuk-yang-top-x4hWvwD9HM.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan penggunaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk negara sudah berjalan cukup baik sejak pertama kali diluncurkan. Adapun sukuk negara sendiri sudah diluncurkan sejak tahun 2008.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk urusan sukuk negara, Indonesia menjadi percontohan bagi negara-negara lain di dunia. Bahkan, sukuk global yang diterbitkan oleh pemerintah juga mendapatkan apresiasi dari negara-negara lain di dunia.

"Di dunia, kita termasuk yang top (sukuknya)," ujarnya dalam acara seminar di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

 Baca Juga: PUPR Kebagian Duit Sukuk Negara Rp12,7 Triliun, Begini Komentar Menteri Basuki

Menurut Sri Mulyani, sukuk global yang diterbitkan oleh pemerintah sebesar USD1,25 miliar. Beberapa investor tertarik untuk mengambil ini bukan hanya dilihat dari nilainya saja melainkan juga pengawasan yang dilakukannya.

"Untuk mengeluarkan USD1,25 miliar green sukuk. Itu kita juga diawasi. Mereka melihat tidak hanya syariahnya, tapi level of doing-nya," ucapnya.

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon 1 Kementerian Keuangan

Sementara itu, untuk sukuk yang diterbitkan didalam negeri sendiri memang masih tergolong kecil dibandingkan di luar. Pada tahun ini alokasi untuk sukuk sendiri sebesar Rp22,53 triliun.

 Baca Juga: Pemerintah Incar Pembiayaan Proyek lewat Sukuk Rp28,43 triliun pada 2019

Angka tersebut masih akan terus meningkat pada tahun 2019. Adapun alokasi dana sukuk untuk tahun 2019 adalah sebesar Rp28,43 triliun.

"Kalau dibanding total belanja tahun depan untuk belanja proyek infrastruktur yang mencapai Rp400 triliun itu bagus. Di dunia kita sudah termasuk yang top," jelasnya.

 Baca Juga: Pembiayaan Lewat Sukuk Buat Proyek Infrastruktur Anti-Mangkrak

Dengan semakin besarnya dana sukuk syariah yang dialokasikan diharapkan proyek-proyek infrastruktur bisa berjalan dengan baik. Selain itu, ini juga bisa menarik investor-investor syariah ke dalam negeri.

"Kalau SBSN makin besar, maka kita akan makin menarik para ahli keuangan syariah. Dan ahli keuangan syariah ditambah dengan ahli proyek, yang melihat kualitas dari proyeknya," jelasnya

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini