Share

Pemerintah Incar Pembiayaan Proyek lewat Sukuk Rp28,43 Triliun pada 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 21 320 1994340 pemerintah-incar-pembiayaan-proyek-lewat-sukuk-rp28-43-triliun-pada-2019-jskX53OmhX.jpeg Kemenkeu (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di tahun 2018 dan 2019. Tujuannya adalah untuk memperluas pembiayaan infrastruktur agar tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mengembangkan pasar keuangan syariah di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, sejak pertama kali diterbitkan sudah banyak proyek infrastruktur yang dibiayai oleh sukuk negara ini. Apalagi jumlah proyek yang sedang dikerjakan pemerintah dalam empat tahun belakangan cukup banyak .

Bahkan pembiayaan lewat sukuk tidak hanya dimanfaatkan oleh Kementerian dan Lembaga pusat saja. Akan tetapi instansi-instansi dan pemerintah daerah juga mulai melirik penggunaan sukuk untuk pembangunan di daerahnya.

Baca Juga: Pembiayaan Lewat Sukuk Buat Proyek Infrastruktur Anti-Mangkrak

"Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya minat Kementerian/Lembaga dalam pemanfaatan sumber dana dari SBSN," ujarnya dalam acara Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur melalui SBSN di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Dengan semakin tingginya minat Kementerian/Lembaga baik itu daerah maupun pusat memanfaatkan sukuk pihaknya pun menargetkan adanya peningkatan pemanfaatan sukuk di tahun 2019 mendatang. Adapun pemanfaatan sukuk pada tahun depan untuk proyek-proyek infrastruktur yakni Rp28,43 triliun.

"SBSN ini semakin strategis proyeknya pada 2018 mencakup jumlah Kementerian dengan proyek di 34 Provinsi. Tahun2019 nilainya ditargetkan mencapai Rp28,43 triliun atau tumbuh 26,2%," jelasnya.

kemenkeu

Luky menambahkan, selain mendapat respons bagus dari Kementerian dan Lembaga, program pembiayaan lewat sukuk negara juga mendapatkan respons positif dari masyarakat Indonesia. Apalagi, dengan semakin banyaknya produk dari sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah seper sukuk ritel tabungan, hingga green sukuk mulai banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia.

"Sukuk ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan dipastikan digunakan secara produktif," kata Luky.

Luky berharap jika respons positif ini bisa terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Apalagi menurutnya, sukuk menjadi salah satu instrumen bagi pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan di Indonesia.

"Ini (sukuk) sangat penting perangnya dalam pembangunan. Penting untuk kita memberikan efek yang lebih yaitu dengan terus-menerus mempertahankan dan menolong mendorong kinerja proses perekayasaan agar target output dan outcome nya dapat terus dicapai," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini