nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Kebijakan BI, Suku Bunga Simpanan Dekati Level Tertinggi

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 12:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 24 20 1995367 imbas-kebijakan-bi-suku-bunga-simpanan-dekati-level-tertinggi-Jo1PQU24TZ.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

JAKARTA – Tren kenaikan suku bunga simpanan perbankan diprediksi masih berlanjut dan mendekati level tertinggi khususnya untuk suku bunga maksimal. Salah satu penyebabnya yakni peningkatan suku bunga kebijakan yang kembali dilakukan.

Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dody Arifianto mengatakan, suku bunga simpanan valuta asing (valas) juga diperkirakan akan ikut mengalami kenaikan meski diperkirakan laju kenaikan akan lebih lambat.

”Penyesuaian kenaikan suku bunga kredit di tahun depan akan dilakukan secara selektif dan hati-hati,” ujar Dody di Jakarta. Hal itu, kata dia, juga dengan mempertimbangkan masih adanya potensi kenaikan non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah dan biaya pencadangan.

 Baca Juga: Fed Rate Naik dan BI Tahan Suku Bunga, Pertimbangannya?

Sementara rata-rata tingkat bunga deposito rupiah bank benchmark LPS pada akhir November 2018 mencapai 6,05%, atau naik 10 bps dari posisi akhir Oktober 2018.

Menurut Dody, hal sama terjadi juga pada rata-rata suku bunga minimum yang naik 3 bps ke posisi 4,95% dan suku bunga maksimal naik 17 bps ke posisi 7,15%. Sedangkan tingkat bunga deposito valas pada periode sama juga mengalami kenaikan untuk rata-rata naik 3 bps dan maksimal naik 6 bps.

Sementara itu, Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean menambahkan, suku bunga domestik yang lebih tinggi berpotensi menjadi rem bagi pertumbuhan investasi dan pertumbuhan kredit perbankan nasional.

”Kami memperkirakan BI 7 day repo rate akan mencapai 6,50% pada 2019 sehingga yield obligasi 10 tahun berpotensi berada di kisaran 8,25–9%,” kata Adrian.

 Baca Juga: Menutup Tahun, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Menurut Adrian, dengan asumsi suku bunga acuan BI atau BI 7 day repo rate tersebut, maka tingkat suku bunga pinjaman bank akan berada di atas 12%. Sedangkan pertumbuhan kredit perbankan kemungkinan akan berada di kisaran 8–9% pada 2019.

Akibatnya laju pertumbuhan investasi dalam PDB diperkirakan hanya akan mencapai 4,5% yoy. ”Ini mirip dengan pertumbuhan investasi di episode suku bunga tinggi pada 2014– 2016,” katanya.

Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan 6 Kali di 2018, dari 4,5% Jadi 6%

Adrian menjelaskan, dengan perkiraan laju pertumbuhan kredit perbankan seperti ini, maka diprediksi pertumbuhan uang beredar akan berada di kisaran 9% pada 2019. Adapun untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga, efek suku bunga diperkirakan akan berdampak pada dinamika belanja rumah tangga yang diperkirakan tumbuh sebesar 4,9% pada 2019.

”Ini adalah pertumbuhan konsumsi masyarakat yang mirip dengan 2018,” ujarnya.

Adrian menyebutkan, suku bunga acuan BI 7 day repo rate yang lebih tinggi dan pasar komoditas batu bara serta kelapa sawit yang masih tertekan berpotensi mengekang daya beli konsumen Indonesia.

Di sisi lain, subsidi BBM dan pengeluaran pemerintah maupun rumah tangga yang berhubungan dengan pemilu diharapkan mampu menopang laju pertumbuhan belanja rumah tangga seperti yang terjadi pada tahun pemilu sebelumnya.

Sejak awal tahun hingga akhir Oktober 2018, LPS telah menaikkan empat kali suku bunga penjaminan dari 5,75% di awal tahun menjadi 6,75% untuk bank umum dan valas sebesar 2%.

Sedangkan suku bunga penjamin untuk rupiah di BPR sebesar 9,25%. Kenaikan ini mengimbangi aksi Bank Indonesia (BI) yang juga menaikkan suku bunga acuannya. Perubahan suku bunga penjaminan tersebut berlaku sejak 31 Oktober 2018 sampai 12 Januari 2019.

Sebelumnya anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti mengatakan, kenaikan suku bunga penjamin dalam rupiah tersebut berdasarkan pertimbangan di antaranya suku bunga simpanan perbankan yang masih terus mengalami kenaikan merespons kenaikan suku bunga kebijakan moneter dan potensial masih berlanjut.

”Suku bunga simpanan yang terus meningkat merupakan sebagai respons atas kenaikan suku bunga kebijakan moneter meskipun di sisi lain pada komponen distance margin yang merupakan representasi kenaikan intensitas persaingan antarbank menunjukkan tren stabil,” kata Destry. (Kunthi Fahmar Sandy)

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini