nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investor Berpenghasilan di Atas Rp10 Juta Mendominasi Pasar Saham Indonesia

Mulyani, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 15:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 28 278 1997146 investor-berpenghasilan-di-atas-rp10-juta-mendominasi-pasar-saham-indonesia-yquUElg30s.jpg Bursa Efek Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Kusdotian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat bahwa investor dengan penghasilan di atas Rp10 juta masih mendominasi jumlah investor di pasar modal Indonesia. Sepanjang 2018, investor dengan penghasilan di atas Rp10 juta mendominasi 58,34% jumlah investor.

KSEI pun mencatat data Single Investor Identification (SID) per 27 Desember 2018, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia mencapai 1,6 juta. Angka ini meningkat 44,14% dibandingkan jumlah investor diperiode yang sama di 2017 sebesar 1,1 juta.

Baca Juga: Tahun Baru, Pasar Saham Tutup Jumat 28 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019

Tahun ini, Pulau Jawa masih menjadi daerah yang mendominasi investor pasar saham Indonesia dengan jumlah investor 73,51% dan aset sebesar Rp2.131 triliun atau 95,99%.

Selain itu, adanya perkembangan teknologi di pasar saham Indonesia membuat generasi muda semakin mendominansi jumlah investor saham. Hal ini terjadi karena semakin mudahnya berinvestasi saat ini. Tercatat sepanjang 2018 jumlah investor muda berusia 21-30 tahun mendominasi 39,72% jumlah investor.

Persentase terbesar kedua yakni pada usia 31-40 tahun dengan 25,34%, kemudian pada usia 41-50 tahun sebesar 18,69. Untuk usia 51-60 tahun tercatat sebesar 10,69% dan usia diatas 60 tahun sebesar 5,56%.

Berdasarkan jenis kelamin investor pria mendominasi sebesar 59,13%, sedangkan yang wanita sebesar 40,87%.

Baca Juga: Investor Pasar Modal Diprediksi Tumbuh 40% di 2019

Untuk kategori pekerjaan, investor pasar modal didominasi oleh pegawai swasta maupun negeri, serta guru yang sebesar 58,27. Kemudian diikuti oleh pelajar sebesar 17,18%, pengusaha sebesar 11,53%, lalu ibu rumah tangga sebesar 3,98%.

Selanjutnya ada beberapa jenis efek yang tercatat di C-BEST dengan proporsi per 27 Desember 2018. Efek-efek tersebut yakni, saham 84,55%, Obligasi Korporasi 9,57%, Obligasi Pemerintah 1,84%, MTN 1,77%, SBSN 1,77%, Sukuk 0,72%, Negotiable Certificate of Deposit 0,56%,Mutual Fund 0,35%, EBA 0,23%, Waran 0,15%, dan yang lainnya 0,01%.

Total aset di C-BEST tahun ini sebesar Rp4.190 triliun, lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai Rp4.423 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini