nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komitmen OJK di 2019: Tingkatkan Jumlah Emiten hingga Jaga Stabilitas Keuangan RI

Rikhza Hasan, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 10:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 02 278 1998809 omitmen-ojk-di-2019-tingkatkan-jumlah-emiten-hingga-jaga-stabilitas-keuangan-ri-U6ldJuiNVu.jpg Foto: Ketua DK OJK Wimboh Santoso (Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso berkomitmen untuk meningkatkan sinergi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pelaku pasar modal. Hal ini supaya jumlah emiten di 2019 bisa lebih banyak lagi.

“Ini komiten yang harus dilakukan bersama-sama terutama para pengusana berkepentingan,” ujarnya, saat pembukaan perdagangan saham 2019, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu  (2/1/2019).

Baca Juga: OJK Restui Hapus Kewajiban Perusahaan Punya Direktur Independen

Selain jumlah emiten, OJK berkomitmen untuk memperluas instrumen serta akan optimis memulai 2019. “Kita harus tetap merasa optimis, jika ada kekhawatiran, marilah kita bekerjasama mengatasinya,” ujarnya.

Kepada para pelaku usaha, Wimboh mengatakan, OJK bersama Kementerian Keuangan akan senantiasa menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia. Untuk itu, memulai 2019 harus dengan optimisme supaya menimbulkan dampak yang positif.

Senada dengan Wimboh, Menteri Koordinator juga menunjukan rasa optimisme dalam memulai tahun baru ini. Menurutnya, ekonomi Indonesia menunjukan daya tahan terhadap gejolak yang terjadi di dunia internasional sepanjang 2018. Itu kemudian juga terlihat pararel dengan awal yang dialami dan dilalui pasar modal.

"Itu modal baik untuk optimis, karena kalau sekedar optimis tidak elok. Optimis harus ada dasar dengan apa yang kita lalui di 2018 dengan baik," ujar Darmin.

Baca Juga: OJK Minta Pasar Modal Biayai UKM

Darmin mengatakan, tahun ini perekonomian bisa lebih baik lagi, sehingga dengan dasar yang kuat maka komitmen yang didedikasikan para pelaku di pasar modal bisa ditingkatkan.

"Kita perlu sekali ambil langkah yang mendalam dan akan bisa mempengaruhi kinerja pasar modal ke depan," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini