nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revisi Perda RTRW Demi Wujudkan Kota Pariwisata

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 14:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 02 470 1998971 revisi-perda-rtrw-demi-wujudkan-kota-pariwisata-c6YJg9Oakz.jpg Kota Bogor (Foto: Okezone)

BOGOR – Guna terwujudnya kota jasa dan pariwisata, akhirnya DPRD Kota Bogor resmi merevisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Nomor 08 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perubahan RTRW DPRD Kota Bogor HR Oyok Sukardi mengatakan, pembahasan raperda ini memakan waktu lama karena banyak tahapan yang harus dilalui.

"Pembahasan raperda ini sangat istimewa karena di samping membahas secara aspek hukum, juga membicarakan secara teknis tata ruang dan aspek filosofis mempertimbangkan masukan masyarakat makanya lama," ungkapnya.

Baca Juga: Bukan Jakarta, Ini 10 Kota Paling Padat di Dunia

Pembahasan raperda tersebut juga harus disesuaikan dengan aturan RTRW di Provinsi Jawa Barat. "Yang jelas revisi perda kali ini tak berbenturan dengan tata ruang provinsi yang juga sedang dibahas di DPRD Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Perda RTRW Kota Bogor ini juga tidak berbenturan dengan tata ruang nasional," ungkapnya. Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, usulan Revisi Perda Nomor 8 Tahun 2011 karena ada perkembangan zaman yang begitu cepat dan tidak mungkin dibatasi oleh aturan-aturan yang ada saat ini.

”Perkembangan Bogor sebagai bagian dari kawasan Jabodetabek memerlukan pengaturan tata ruang yang lebih bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman," ungkapnya. Dia menambahkan, dalam raperda tersebut ditetapkan beberapa hal salah satunya penajaman atas tujuan Kota Bogor menuju kota jasa dan pari wisata tanpa meninggalkan karakter Kota Bogor selama ini yang menjadi kekuatan, yakni kota pusaka, kota hijau, kota cerdas.

Baca Juga: Pedestrian Kawasan Sudirman-Thamrin Fokus Pejalan Kaki dan Sepeda

"Kemudian perda ini juga mengadopsi beberapa rencana penting untuk memecahkan persoalan yang akut di Kota Bogor. Strategi utamanya adalah redistribusi fungsi untuk memperkuat peranan subkota guna memecah beban tidak saja di pusat kota, tetapi di lingkaran sekitar Kota Bogor yang ke depannya akan tersambung dan terhubung melalui sistem transit oriented development (TOD)," jelasnya.

Dalam perda ini juga akan mengarahkan pusat perdagangan dan jasa ke wilayah utara Kota Bogor seperti Jalan Soleh Iskandar yang terhubung dengan lingkar Bogor dan R2. "Ke arah sanalah pembangun Kota Bogor akan intensif dan masif untuk menyongsong peningkatan Bogor sebagai kota jasa dan pariwisata," jelasnya.

haryudi

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini