nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Penerimaan Negara Lampaui Target, Nomer 4 Bikin Bangga

Rikhza Hasan, Jurnalis · Minggu 06 Januari 2019 08:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 04 20 1999881 fakta-penerimaan-negara-lampaui-target-nomer-4-bikin-bangga-8s2aZ8WFlJ.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penerimaan negara melebihi target yaitu tembus sebesar 102,5% atau senilai Rp1.942,3 triliun. Sedangkan, target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp1.894,7 triliun.

Bila dibandingkan dengan realisasi di periode yang sama pada 2017 yang sebesar Rp1.666,4 triliun, maka mengalami pertumbuhan 16,6%.

Berikut fakta-fakta penerimaan negara yang telah dirangkum oleh Okezone, Jakarta, Minggu (6/1/2019)

1. Pertama Kali Penerimaan Negera Lebihi Target

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pencapaian APBN yang mencapai lebih besar dari target merupakan yang pertama kali sejak 2012. “Pertumbuhan pendapatan negara 16,6%, dibanding tahun lalu 7,1%. Itu kenaikan sudah lebih dari dua kali lipat,” jelasnya.

Baca Juga: Pertama Kalinya Pemerintah Tak Rombak APBN Perubahan dalam 15 Tahun

2. Defisit 2018 di bawah Target

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2018 sebesar Rp259,9 triliun atau 1,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, defisit tersebut berada di bawah target awal tahun yang ditetapkan sebesar Rp 325,9 triliun atau 2,19% dari PDB. "Defisit ini juga jauh lebih kecil dari angka defisit tahun lalu yang mencapai Rp341 triliun jadi penurunannya Rp 80triliun," ujarnya.

3. Rincian Penerimaan Negara

Secara rinci penerimaan negara yang berasal dari perpajakan sebesar Rp1.521,4 triliun atau telah mencapai 94%. Terdiri dari penerimaan PPh migas sebesar Rp64,7 triliun, pajak non migas sebesar Rp1.251,2 triliun, serta penerimaan bea cukai sebesar R205,5 triliun.

"Penerimaan perpajakan kita tumbuhnya sangat tinggi yakni 13,2% dibanding tahun lalu hanya 4,6%. Jauh lebih tinggi dari kenaikan GDP kita yang diproyeksi tumbuh 5,15%," katanya.

Baca Juga: Menjaga Keberlangsungan Fiskal demi Pembangunan Negara

Sementara, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp407,1 triliun atau melebihi target yang sebesar Rp275,4 triliun. Serta dari hibah tercatat sebesar Rp13,9 triliun dari target Rp1,2 triliun.

4. Untuk Pertama Kali, Selama 15 Tahun Pemerintah Tak Ubah APBN

Dalam 15 tahun, pemerintah tidak mengajukan perubahan UU APBN 2018 sehingga mendorong semua kementerian atau lembaga fokus untuk menjalankan rencana anggaran secara penuh. Meskipun tidak mudah, Sri Mulyani mengaku bersyukur atas capaian kinerja yang sangat membanggakan di tahun 2018.

“Capaian kinerja ini terasa semakin membanggakan mengingat tahun 2018 dipenuhi gejolak perekonomian global yang sangat dinamis, harga komoditas, arus modal dan nilai tukar yang bergejolak tinggi, suku bunga global dan dalam negeri mengalami kenaikan, perdagangan global masih lesu dan tidak menentu, dan ancaman kejahatan perpajakan dan perdagangan illegal terus mengancam,” jelasnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini