Dana Perawatan dan Pengoperasian Kereta Api Dipangkas Jadi Rp1,1 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 04 320 2000062 dana-perawatan-dan-pengoperasian-kereta-api-dipangkas-jadi-rp1-1-triliun-yhM5UvhdV8.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian melaksanakan penandatanganan kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Penandatanganan merupakan alokasi anggaran untuk perawatan pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara (IMO) untuk tahun 2019.

Adapun penandatanganan kontrak IMO tersebut dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Peningkatan, Perawatan dan Fasilitas Perawatan Prasarana Perkeretaapian Taufiq Hidayat bersama dengan Direktur Keuangan PT KAI(Persero), Muhammad Nurul Fadhila.

Dalam penandatanganan tersebut, disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Jenderal Perkeretapian Zulfikri.

 Baca Juga: Subsidi Kereta Ekonomi Naik 4,5% Jadi Rp2,37 Triliun pada 2019

Dalam laporannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Danto Restyawan mengatakan, dana alokasi yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan IMO sepanjang tahun 2018 adalah Rp1.108.959.355.970 triliun yang bersumber dari APBN. Di mana jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,3 triliun.

"Nilai kontrak pada tahun ini adalah Rp1.1 triliun yang dananya adalah bersumber dari APBN 2019," ujarnya dalam acara penandatangan kontrak di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Dana sebesar Rp1,1 triliun tersebut nantinya akan digunakan untuk pekerjaan perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara (IMO) tahun 2019 yang meliputi perawatan prasaran perkeretapian yang terdiri dari perbaikan untuk mengembalikan fungsi prasarana agar laik operasi dan Pengoperasian Prasarana Kereta Api.

 Baca Juga: Tarif Tetap Meski 5 Kereta Api Ekonomi Tak Lagi Disubsidi

Perawatan tersebut terdiri dari perawatan jalur kereta api, perawatan jembatan, perawatan stasiun kereta api dan perawatan fasilitas operasi kereta api.

Sedangkan pekerjaan pengoperasian prasarana perkeretaapian meliputi pengaturan dan pengendalian perjalanan kereta api, pengoperasian persinyalan, telekomunikasi dan instalasi listrik aliran atas, pengaturan langsiran, pemeriksaan dan penjagaan jalan rel, jembatan, terowongan dan pintu perlintasan resmi dijaga, pelumasan wesel dan pintu perlintasan, dan pekerjaan K3 (Kebersihan, Keindahan, Keamanan).

Danto menambahkan, penandatanganan kontrak IMO pada tahun 2019 ini merupakan yang kelima kalinya, sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2015 lalu.

Penandatanganan IMO tahun 2019 ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 2130 Tahun 2018 tentang Penugasan kepada PT KAI untuk melaksanakan perawatan dan pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara Tahun Anggaran 2019 yang telah terbit tanggal 31 Desember 2018 lalu.

"Pelaksanaan pendatanganan merupakan amanat dari keputusan Menhub tentang penugasan kepada PT KAI untuk melaksanakan perawatan dan pengoperasian ka milik negara," jelasnya

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini