Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KAI Dikasih Duit Rp1,1 Triliun, Menhub: Pelayanan Harus Perfect

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 04 Januari 2019 |19:31 WIB
KAI Dikasih Duit Rp1,1 Triliun, Menhub: Pelayanan Harus <i>Perfect</i>
Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian melaksanakan penandatanganan kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Penandatanganan merupakan alokasi anggaran untuk angkutan kereta api perintis pada tahun 2018.

Adapun alokasi anggaran yang disediakan adalah kurang lebih sebesar Rp183 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.

 Baca Juga: Dana Perawatan dan Pengoperasian Kereta Api Dipangkas Jadi Rp1,1 Triliun

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dengan adanya PSO ini diharapkan jumlah masyarakat yang menggunakan kereta api semakin banyak. Karena dengan subsidi ini tarif kereta ini tidak lagi mahal.

"Makin banyak orang yang naik kereta kita makin happy," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Budi menambahkan, jika semakin banyak yang menggunakan transportasi kereta maka akan membantu memperlancar lalu lintas. Karena selama ini yang masih menjadi permasalahan kemacetan adalah masih banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadinya dibandingkan transportasi umum.

"Karena kemacetan berkurang, kecelakaan berkurang, ketepatan waktu terjadi. Ke depan kereta api akan menjadi andalan dalam kota, MRT sebentar lagi akan dioperasikan, Jakarta-Surabaya mulai dibangun dan LRT Jakarta akan mulai berfungsi. Jadi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan baik masyarakat perkotaan atau masyarakat yang ingin bergerak dari kota ke kota lain," jelasnya.

 Baca Juga: Anggaran Subsidi Kereta Perintis Dijatah Rp183 Miliar

Meskipun tarif murah, Budi meminta kepada PT KAI tidak mengurangi pelayanan sedikitpun. Bahkan dirinya meminta kepada PT KAI harus bisa meningkatkan lagi pelayanan sehingga makin banyak masyarakat yang menggunaka jasa transportasi berbasis rel tersebut.

Apalagi pada tahun ini, pemerintah memberikan anggaran Rp1,1 triliun kepada PT KAI untuk perawatan dan operasional dari kereta milik negara, sehingga seharusnya, seluruh pelayanan harus bisa lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya.

Artinya jika dijumlahkan pemerintah telah menggelontorkan hingga Rp1,2 triliun untuk pelayanan dan subsidi kereta api ekonomi dan perintis milik negara. Adapun rinciannya adalah Rp1,1 triliun diperuntukan untuk IMO sedangkan sisanya adalah untuk subsidi tarif kereta perintis.

"Kereta api sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh karenanya walau itu perintis semua harus perfect. Saya yakin KAI bisa melakukan itu asal sepenuh hati ada keinginan untuk melayani. Mengenai teknis besaran nanti tanya ke pak Dirjen," jelasnya

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement