nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditjen Perumahan Diubah Jadi Pembiayaan Infrastruktur, Bagaimana Nasib Penyaluran FLPP?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 12:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 04 470 1999869 ditjen-perumahan-diubah-jadi-pembiayaan-infrastruktur-bagaimana-nasib-penyaluran-flpp-evASrFqV16.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah memutuskan melakukan perubahan nama pada Direktorat Jenderal (Ditjen) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Adalah perubahan nama dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menjadi infrastruktur.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Konsumer Bank BRI Handayani mengatakan meskipun ada perubahan nama dan fungsi, tidak akan ada pengaruhnya terhadap penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Bank BRI. Sebab menurutnya, pemberian subsidi FLPP diatur oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

Lagi pula lanjut Handayani, sejauh ini tidak ada perubahan ketentuan maupun kriteria bagi perbankan untuk menyalurkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema FLPP. Selain itu, beberapa bank termasuk Bank BRI juga sudah lebih dahulu menandatangani kontrak dengan PPDPP jauh sebelum adanya perubahan nama tersebut.

Baca Juga: Kabar Gembira, Beli Rumah Subsidi Bisa Lewat Online

"Saya rasa enggak ya karena FLPP kan dikelola oleh PPDPP. Dan enggak ada perubahan tentang ketentuanya. Enggak ada perubahan mengenai kriterianya jadi sama," ujarnya kepada Okezone, Jumat (4/1/2019).

Handayani melanjutkan, pada tahun 2019 ini sendiri pihaknya menargetkan bisa menyalurkan FLPP untuk 3.000 unit. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan penyaluran FLPP pada tahun 2018 yang hanya sekitar 1.000 unit saja.

"Tahun 2018 kita capai angka targetnya , tahun 2019 kita di kisaran 3.000. Kalau 2018 itu kemarin 1000. itu FLPP saja ya. Karena kita dapat alokasinya sebesar itu," jelasnya.

Ilustrasi Rumah Shutterstock

Sementara itu lanjut Handayani, pada tahun ini juga pihaknya menyiapkan beberapa skema pembiayaan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Salah satu yang akan didorong pada tahun ini adalah skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

"BP2BT itu Bantuan Uang Muka Berbasis Tabungan untuk MBR juga sama. tetapi agak berbeda dengan FLPP yang dibantu adalah uang mukanya dan itu bisa join income juga lebih kepada apa namanya salary base costumernya," jelasnya.

Baca Juga: Ini 25 Bank Penyalur KPR FLPP di 2019

Meskipun begitu Handayani belum bisa menyebutkan berapa jumlah pasti bantuan yang akan disalurkan pada tahun. Sebab pihaknya masih menunggu angka pasti dari pemerintah lewat penandatanganab kerjasama operasional (PKO).

"Kita belum tahu (targetnya berapa) baru MoU untuk itunya ya nanti PKO kita inikan jumlahnya berapa," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini