Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Restu untuk Merpati Jadi Perusahaan Swasta hingga Fakta Tentang Utang Pembangunan Tol Cipali

Giri Hartomo , Jurnalis-Minggu, 06 Januari 2019 |09:09 WIB
Restu untuk Merpati Jadi Perusahaan Swasta hingga Fakta Tentang Utang Pembangunan Tol Cipali
Pesawat Merpati (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Maskapai penerbangan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Merpati telah direstui oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk terbang kembali. Bahkan Menteri Rini merestui jika nantinyaMerpati menjadi perusahaan swasta.

Kemudian ada fakta menarik tentang tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang disebut tanpa menggunakan utang. Ternyata tol yang dibangun oleh perusahaan milik Sandiaga Uno ini menggunakan utang yang berasal dari Kredis Sindikasi Perbankan.

Kemudian ada statemen dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tentang perekonomian Indonesia di tahun 2018. Menurut wanit yang kerap disapa Ani itu menyebut jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 mencapai 5,18%.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Menteri Rini Restui Merpati Jadi Perusahaan Swasta


Nasib PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih belum jelas, setelah dinyatakan tidak pailit oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya beberapa waktu lalu. Pasalnya MNA berada dalam dua pilihan apakah bakal tetap menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau menjadi perusahaan swasta.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menguatarakan, pada prinsipnya Menteri BUMN Rini Soemarno setuju soal melepas saham Merpati ke pihak swasta. Nantinya perusahaan bisa menjadi swasta sebab potensi porsi saham yang dilepas bisa mencapai 100%

Kendati demikian, BUMN harus membahas mengenai valuasi dari Merpati sebelum dilepas ke swasta. Pasalnya hal ini harus mendapatkan persetujuan dari stakeholder seperti Menteri Keuangan dan juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Perhubungan

Kita sudah evaluasi, putusan harus dalam RUPS, kita bawa ke Menteri BUMN. Kemudian mengusulkan ke komite privatisasi di sana diketuai Menko. Dia mengundang rapat dalam hal ini menteri teknis, Menhub, Menkeu, BUMN setelah disetujui. Maka kita bawa surat persetujuan ke Komisi VI, RDP kemudian dirakerkan, begitu disetujui saya eksekusi," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama MNA Asep Eka Nugraha Defang melakukan proses menyelesaikan persyaratan-persyaratan untuk kembali beroperasi. Salah satunya, perusahaan membidik beberapa rute yang bakal dipakai oleh perseoran.

Dia menyebutkan Merpati tertarik memgambil rute timur. Pasalnya, perusahaan pelat merah ini sudah memiliki pengalaman untuk wilayah timur. "Kalau jalur mungkin juga timur kapan saja sudah siap. Tergantung keputusan Kementerian Perhubungan," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement