nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 'Obat Kuat' Rupiah Bisa ke Rp13.990 per USD

Senin 07 Januari 2019 16:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 278 2001092 ini-obat-kuat-rupiah-bisa-ke-rp13-990-per-usd-srDjQVjkma.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan terus memberikan ruang bagi mata uang Rupiah untuk terus menguat yang saat ini melesat hingga Rp14.003/USD, bahkan menyentuh level Rp13.900-an per USD salah satunya dengan mengefektifkan transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). BI akan membuka lelang DNDF dan dilanjutkan dengan intervensi bilateral melalui delapan broker secara kuat.

"Bank Indonesia tetap memberikan ruang bagi Rupiah untuk menguat dan mengawal penguatan tersebut termasuk dengan membuka lelang DNDF pada pukul 8.30 WIB dan dilanjutkan dengan intervensi bilateral melalui delapan broker secara firm," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp13.990/USD Siang Ini

Meningkatnya aktivitas BI di pasar DNDF, selain untuk memastikan kurs offshore NDF terkendali, juga sebagai dukungan penuh bagi berkembangnya pasar DNDF agar lebih likuid dan efisien.

"Sudah terdapat 13 bank yang aktif di pasar intrbank DNDF, sejumlah investor asing bertransaksi untuk hedging investasi di saham, dan sejumlah korporasi termasuk satu BUMN sudah melakukan transaksi. Selain dalam dollar USD/IDR, transaksi DNDF nasabah juga sudah ada yang melakukan dalam YEN/IDR dan Euro/IDT," katanya.

Sebab, bila transaksi DNDF ini terus berkembang terang dua dan banyak digunakan untuk hedging maka akan membantu men smoothing pembelian valas di dalam negeri, sehingga Rupiah bisa lebih stabil. Penguatan rupiah terjadi di tengah optimisme yang mewarnai pasar keuangan global atas prospek hasil negosiasi kesepakatan sengketa dagang AS dan China serta perubahan sikap Chairman FOMC The Fed atas laju suku bunga AS ke depan.

Baca Juga: Makin Perkasa, Rupiah Menguat 1% ke Rp14.105/USD

The Fed menyiratkan akan lebih fleksibel dan bakal menunggu perkembangan data ekonomi, serta siap melakukan perubahan dalam kebijakan suku bunga ke depan. Selain itu, bank sentral AS mulai melunak atas rencana proses penarikan likuiditas dari sistem keuangan. (Rina Anggraeni-Sindonews)

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini