nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Libas Dolar AS, Rupiah Sore Ini Menguat 1,3% ke Rp14.082/USD

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 17:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 278 2001116 libas-dolar-as-rupiah-sore-ini-menguat-1-3-ke-rp14-082-usd-mFtqOo9fl3.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat di penutupan sore ini walaupun berada di level Rp14.000-an per USD. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp13.990 per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (7/1/2019) pukul 17:04 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup menguat 187,5 poin atau 1,31% ke level Rp14.082 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.021 per USD – Rp14.184 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 270 poin atau 1,88% ke Rp14.075 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.990 per USD – Rp14.345 per USD.

 Baca Juga: Menko Darmin Sebut Rupiah Masih Bisa Terus Menguat

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, meski tengah mengalami apresiasi, kurs Rupiah masih dinilai under value atau masih kemurahan. Menurutnya, Rupiah masih memiliki ruang untuk terus menguat.

"Itu masih under value. Iya (masih bisa menguat lebih lanjut), tapi enggak otomatis," katanya.

Dia menjelaskan, kurs Rupiah memang akan sangat terpengaruhi dinamika ekonomi global ke depannya. Meski demikian, Darmin meyakini Rupiah akan menguat ke depannya.

"Di dunia ini kan gonjang-ganjing juga. Kadang begini, kadang begitu. Tapi, pelan-pelan Rupiah akan arahnya akan masih menguat," katanya.

 Baca Juga: The Fed Melunak hingga Perang Dagang Bikin Rupiah Menguat

Bank Indonesia (BI) menilai penguatan Rupiah hari ini didorong sejumlah sentimen global yang membuat Dolar AS terpukul. Diantaranya, didorong situasi pasar keuangan global yang diwarnai optimisme atas terhadap prospek hasil negosiasi kesepakatan perang dagang AS dan China.

Selain itu, perubahan sikap Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell terhadap kenaikan suku bunga AS ke depan juga mempengaruhi penguatan Rupiah. Tidak seperti sebelumnya yang tegas akan menaikkan suku bunga dua kali di 2019, pasca jatuhnya harga saham di AS, kali ini The Fed menyiratkan akan lebih fleksibel dan akan menunggu perkembangan data ekonomi kedepan.

"The Fed juga siap melakukan perubahan dalam kebijakan suku bunga ke depan dan mulai melunak atas rencana proses penarikan likuiditas dari sistem keuangan," jelas Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah kepada Okezone.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini