nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekor, Tuna Sirip Biru Laku Rp44 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 10:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 07 320 2000873 rekor-tuna-sirip-biru-laku-rp44-miliar-piuWE0JSph.jpg Foto: Koran Sindo

TOKYO - Entrepreneur sushi Jepang Kiyoshi Kimura membayar seekor ikan tuna raksasa dengan harga rekor tertinggi USD3,1 juta atau Rp44 miliar di pasar ikan baru Tokyo.

Pasar ikan baru itu menggantikan pasar lama Tsukiji. Lelang di pasar baru dilakukan pada fajar pertama lelang Tahun Baru. Harga penawaran berhenti pada nilai 333,6 juta yen atau RP44 miliar untuk ikan tuna seberat 278 kg. Ikan tuna itu berasal dari spesies yang terancam punah dan tertangkap di pantai utara Jepang. Kimura menyebut dirinya sebagai “Raja Tuna” dan dia pun membayar untuk harga tertinggi itu. Nilai lelang kali ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan rekor sebelumnya sebesar 155 juta yen yang juga dibayar oleh dia pada 2013.

Baca Juga: Peringati Hari Antikorupsi, Kemenkeu Lelang Barang Rampasan dan Gratifikasi

“Ini tuna terbaik. Saya dapat membeli sekor tuna yang nikmat dan supersegar,” ungkap pemilik jaringan restoran sushi itu dengan bangga pada para jurnalis dilansir Channel News Asia . Dia menambahkan, “Harga itu lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal, tapi saya harap konsumen kami akan memakan tuna hebat ini.” Tsukiji merupakan pasar ikan terbesar di dunia dan menjadi daya tarik turis di wilayah yang penuh dengan restoran dan toko. Pasar itu pindah pada Oktober lalu ke Toyosu, bekas pabrik gas yang lokasinya lebih jauh ke wilayah timur.

Baca Juga: Kini Kemenkeu Punya Portal Lelang, DJKN Gandeng Bank Mandiri

Dibuka pada 1935, Tsukiji terkenal dengan lelang harian sebelum fajar untuk ikan tuna yang ditangkap dari penjuru dunia. Ikan tuna itu digunakan untuk siapa saja mulai dari chef sushi bintang Michelin hingga toko grosir biasa. Spesial pada lelang pertama Tahun Baru, para pengusaha grosir dan sushi berlomba membayar dengan harga fantastis untuk ikan terbesar serta terbaik pada saat lelang digelar. Meski pasar telah di pindah ke tempat baru, tradisi lelang itu tetap berlangsung digelar sebelum fajar, para pembeli memakai sepatu boot karet untuk memeriksa kualitas tuna segar raksasa itu.

Pada pukul 5.10 pagi waktu se tempat, lonceng berbunyi menandai lelang dimulai dan udara dipenuhi suara teriakan harga para pelelang ke arah pembeli yang mengangkat jari untuk menunjukkan minatnya. Dalam penjualan tuna terbaik hari itu, seorang pelelang mengetok palu harga tertinggi saat Kimura mengalahkan lawannya dalam pertarungan harga.

(Syarifudin)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini