nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Batasi Penggunaan Baja Impor Mulai 20 Januari

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 14:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 320 2001018 pemerintah-batasi-penggunaan-baja-impor-mulai-20-januari-TWo1uGX0ev.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah akan membatasi baja impor yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut sebagai respons dari keluhan pengusaha baja yang menyebut banyak sekali baja impor yang membajiri Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, pengendalian impor baja itu akan tertuang dalam Revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 menjadi 110. Aturan tersebut berlaku pada 20 Januari 2019.

"Post border, kenapa? Sudah selesai Permendag 110 dan akan mulai berlaku 20 Januari," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Baca Juga: Tahun Depan RI Bakal Impor Garam dan Gula Industri

Oke menyebut, jika revisi aturan ini sendiri sebenarnya sudah dimasukan ke dalam Undang-Undang (UU) sejak Desember 2018 lalu. Namun baru bisa berlaku pada 20 Januari 2019 mendatang.

"Sudah diundangkan. Dan itu jadi sejak diundangkan 20 Desember dia berlaku satu bulan kemudian 20 Januari 2019," ucapnya.

Oke menambahkan, dengan adanya aturan tersebut diharapakan bisa mengendalikan sekaligus menahan gempuran baja impor dari luar negeri. Karena berdasarkan keluhan dari pengusaha, impor baja terus meningkat dalam bebarapa tahun belakangan ini.

Pada tahun 2018 saja, konsumsi baja yang berasal dari impor diperkirakan meningkat 55%. Sementara kebutuhan impor baja pada 2018 sendiri mencapai 14,2 juta ton.

Angka ini jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang mana impor baja mencapai 52% dari kebutuhan baja dalam negeri. Adapun kebutuhan baja dalam negeri pada tahun 2017 adalah sebesar 13,6 juta ton.

Sementara untuk tahun, dirinya tidak bisa memastikan berapa angka impor baja yang akan masuk dengan aturan tersebut. Namun yang pasti, Oke optimis aturan baru ini bisa menekan impor baja.

"Kita lihat itu kan tergantung. Kita enggak ada target untuk itu. Kita cuma mencoba mengembalikan impor," ucapnya.

Baca Juga: Angka Impor Harian Terus Turun, Ini Rinciannya

Sebagai informasi sebelumnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengeluhkan maraknya baja impor yang masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu juga dianggap menjadi penyebab perusahaan terus mengalami kerugian dari tahun ke tahun.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, perusahaan sudah enam tahun mengalami kerugian. Pada kuartal III-2018 perusahaannya masih mengalami kerugian sebesar USD 37 juta karena serbuan baja impor.

Selama ini baja impor yang masuk mengakali nomor Harmonized System (HS) dari carbon steelmen menjadi jenisalloy steel. Sehingga produk tersebut akan mendapatkan lebih rendah dibanding jenis produk baja lainnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini