"Itu biasanya untuk overlay, jadi untuk perbaikan saja," imbuh dia.
Selain itu, anggaran sebesar Rp20 miliar juga dialokasikan untuk program ini sepanjang tahun 2019. "(Anggarannya) masuk di PUPR, tapi Kemenhub diminta sektor transportasi apa saja. Juga untuk bantalan kereta," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit menambahkan, kandungan karet yang diperlukan dalam campuran aspal sebanyak 7%-8%.
"(Untuk memproduksi karet) itu kita pakai tiga teknologi, menggunakan lateks, kemudian masterbatch, kemudian ada yang pakai skat," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)