nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Mandiri Siap Terbitkan Obligasi Rp40 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 12:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 08 278 2001449 bank-mandiri-siap-terbitkan-obligasi-rp40-triliun-9rfvHiSHiz.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana menerbitkan instrumen surat utang atau obligasi dalam beberapa pilihan dengan nilai maksimal mencapai Rp40 triliun pada 2019.

Hal ini dilakukan demi mendukung target agresif perseroan dalam penyaluran kredit, termasuk kredit valuta asing.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, pihaknya bersiap untuk menggenjot pertumbuhan kredit valas. Karena itu, perseroan tahun ini memasukkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk menerbitkan instrumen utang berdenominasi dolar AS senilai USD2 miliar.

 Baca Juga: RUPSLB, Bank Mandiri Tunjuk Riduan Jadi Direktur Komersial Banking

Dana ini bisa melalui penerbitan obligasi, sertifikat deposito (negotia ble certificate deposit / NCD), surat utang jangka menengah (MTN), dan pinjaman bilateral. “Itu kami cantumkan rencana bisnis untuk dukung ekspansi kami demi antisipasi kredit valas apabila ternyata signifikan,” ujar Panji seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta kemarin.

Untuk pendanaan berdenominasi rupiah, kata Panji, Mandiri akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes /MTN) atau pinjaman bilateral dengan nilai Rp10 triliun.

“Jadi kombinasi tahun ini total keseluruhannya Rp40 triliun untuk sepanjang 2019. Di luar pendanaan itu, kami juga menargetkan dana pihak ketiga tahun ini tumbuh dapat mencapai 10%,” kata Panji.

Di sisi lain, RUPSLB Bank Mandiri yang memutuskan untuk mengangkat satu direktur baru yakni Riduan Ahmad yang akan menangani kredit komersial. Riduan sebelumnya menjabat sebagai SEVP Middle Corporate Bank Mandiri pada 2017.

Sementara pada Juni 2018 Riduan juga pernah menjadi komisaris Mandiri Sekuritas. Tidak hanya itu, Riduan juga tercatat pernah menjabat sebagai Regional CEO II/ Sumatera 2 Bank Mandiri pada 2016-2017.

Dia bahkan pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selama periode 2013 hingga 2016. Selain menunjuk satu direktur baru, dalam RUPSLB tersebut setidaknya dibahas dua agenda.

 Baca Juga: Alasan Bank Mandiri Bentuk Direktorat Komersil Banking

Pertama , pemaparan dan evaluasi kinerja sampai dengan kuartal III 2018. Agenda ini merupakan usulan dari menteri BUMN berdasarkan surat yang disampaikan tertanggal 5 November 2018.

Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui ada perubahan susunan pengurus Bank Mandiri. Perubahan ini merupakan usulan dari Menteri BUMN berdasarkan suratnya tertanggal 5 November 2018.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pembentukan Direktorat Komersial Banking di Bank Mandiri karena segmen commercial banking selama ini menjadi bisnis yang cukup penting bagi Bank Mandiri.

“Karena, segmen tersebut bisa menyumbang 20% dari total penyaluran kredit perseroan, selama tiga tahun terakhir ini,” tegas Kartika.

Dia menjelaskan, penunjukan Riduan sebagai Direktur Commercial Banking nanti bisa fokus membantu perseroan dalam mengembangkan bisnis tersebut. “Nantinya bisa membantu mengembangkan bisnis dengan lebih terpola dan NPL nya walaupun kurang,” tuturnya.

Dia menuturkan, commercial banking ini memiliki segmen nasabah menengah yang sudah bertumbuh, tapi belum sebesar korporasi. Bisnis ini sangat berpotensi untuk dikembangkan.

“Dan kami (Bank Mandiri) sudah berhasil menjadi nomor satu dalam market share segmen kredit korporasi,” pungkasnya. (Hafid Fuad)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini