nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Digitalisasi Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi hingga Tekan Biaya Pemasaran

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 21:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 08 320 2001753 digitalisasi-pertanian-mampu-tingkatkan-produksi-hingga-tekan-biaya-pemasaran-kYPvdiR3qj.jpeg (Foto: Dok. Kementan)

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam mendukung program kewirausahawan dilakukan dengan cara digitalisasi pertanian. Cara ini merupakan salah satu pemanfaatan era keberlimpahan (abandent era), baik dalam bentuk IT maupun proses bisnis baru berupa brand dan konsumen.

"Kita mengunakan ini untuk menggantikan sistem lama yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi," kata Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Andriko Noto Susanto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga: Pengadaan Alsintan Kementan Ampuh Tingkatkan Produksi Sektor Pertanian

Menurut Andriko, digitalisasi ini dilakukan untuk merespon keterbatasan tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi yang mampu meningkatkan produktivitas bisnis, value, produk dan konsumen baru yang men-disruptive teknologi budidaya konvensional.

"Melalui, precisions farming, marketing online dapat menekan biaya produksi dan pemasaran secara signifikan serta membuka akses pasar tanpa batas," katanya.

Melalui digitalisasi, lanjut dia, petani dapat melakukan otomatisasi dalam panen, pengolahan tanah dan tanam, pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman, serta mampu melakukan pemupukan.

"Biaya produksinya juga rendah karena mekanisasinya memungkinkan petani mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan cara konvensional. Cara ini memberikan insentif yang lebih baik bagi pemuda milenial yang mengelola lahannya," katanya.

Baca Juga: Perkebunan Teh Menoreh Kedatangan Guru Besar Korsel dan Kamboja

Andriko mengatakan, pola moderenisasi yang diatur secara baik diharapkan mampu mendorong anak muda lebih mendalami dan memahani sektor pertanian. Mereka diyakni akan tertarik pada keuntungan tanpa harus kena berpanas-panasan, atau kena hujan dan lumpur.

"Kita harus mendorong minat generasi muda milenial turun ke sawah karena sangat menjanjikan. Implikasinya, petani milenial akan lebih innovative, kreatif, responsive terhadap perubahan dan tidak pernah puas dengan apa yang sudah dicapai. Inilah awal dari modernisasi pertanian yang kita dambakan," katanya.

Menurut Andriko, digitalisasi ini mampu mempercepat peningkatan kesejahteran petani pada era digital secara terintegrasi. Selanjutnya, penggunaan program daring diharapkan bisa menciptakan aplikasi terbarukan untuk mengefisienkan jaringan distribusi dan penjualan langsung dari sentra-sentra produksi ke konsumen.

"Secara umum, kita ingin mengefisienkan sektor pertanian dalam arti luas. Kemudian pemasaran online dan off line juga memungkinkan generasi milenial mengakses penjualan semakin terbuka, sehingga dapat menghasilkan harga terbaik," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah terus berupaya mengakselerasi pembangunan infrastruktur agar menciptakan sistem distribusi pangan yang efisien dan efektif, dalam pencapaian swasembada pangan di seluruh daerah dan tingkat nasional.

"Upaya ini kita harapkan menjadi bahan bakar pembangunan pertanian dalam upaya menyambut generasi emas Indonesia 2045," kata Andriko.

(fbn)

Berita Terkait

pertanian

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini