nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upaya Pemerintah Tingkatkan Harga Karet

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 14:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 320 2003074 upaya-pemerintah-tingkatkan-harga-karet-tCiC7ZDTrP.JPG Karet (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah tengah mengupayakan peningkatan harga komoditas karet yang saat ini mengalami penurunan. Hal itu dilakukan dengan menggunakan karet menjadi bahan pencampuran aspal.

Meski demikian, untuk merealisasikan program itu, diperlukan peningkatan kualitas karet agar memenuhi standar untuk bercampur dengan aspal. Sehingga, diharapkan dengan permintaan yang naik, juga kualitas yang tinggi dapat mengerek harga karet.

Hal itu berdasarkan rapat koordinasi (rakor) antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Baca Juga: Pemerintah Beli 2.542 Ton Karet Petani untuk Campuran Aspal

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang menyatakan, saat ini harga karet untuk kualitas rendah berkisar Rp6.000 per kilogram (kg). Pemerintah mematok harga karet petani Rp9.000 hingga Rp10.000 per kg untuk diserap menjadi bahan pencampuran aspal, tentunya yang berkualitas tinggi.

"Kita dorong petani hasilkan spek (kualitas karet) yang dibutuhkan supaya harganya bisa masuk. Jadi petani dapat untung yang wajar," kata dia di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Oleh sebab itu, dilakukan pembinaan terhadap para petani karet untuk bisa meningkatkan kualitas produksinya. Kata Bambang, saat ini sudah sebanyak 220 ribu ton karet dihasilkan dengan kualitas tinggi, usai dilakukan pembinaan.

Harga Karet di Tingkat Petani Anjlok 

"Jadi ada 220 ribu ton yang sudah meningkat harganya, sekitar Rp4.000-Rp5000 per kg. Jadi, harga sudah Rp9.000-Rp10.000 per kg," ujar dia.

Dia menyebutkan, secara keseluruhan total karet ada sebanyak 3,7 juta ton. Maka, secara bertahap terus dilakukan pembinaan untuk seluruhnya mengalami peningkatan kualitas.

"Sehingga (karet) bisa untuk memenuhi kebutuhan industri lain juga. Kita dorong petani hasilkan dengan spek tinggi supaya sesuai dengan kebutuhan perusahaan," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini