nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hero Lakukan PHK Massal, Apa Alasannya?

Hambali, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 18:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 320 2003251 hero-lakukan-phk-massal-apa-alasannya-8eZmcRP0vk.jpg Foto: Corporate Affairs General Manager Hero Tony Mampuk

TANGERANG SELATAN - Kantor Pusat PT Hero Supermarket Tbk di Jalan Raya Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), digeruduk ribuan pekerjanya, Jumat (11/1/2019) siang. Mereka menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal oleh pihak manajemen perusahaan.

Massa pendemo dari Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS), sempat menutup jalan di depan kantor PT Hero Supermarket. Namun setelah disepakati untuk mediasi antara manajemen dan pengunjuk rasa, akhirnya massa berpindah tempat dan menggelar aksi di dalam halaman PT Hero.

Baca Juga: Bisnis Modern Ritel Lesu, HERO Poles Strategi Bisnis Berbeda

Corporate Affairs General Manager Hero Supermarket Tony Mampuk, menjelaskan alasan manajemen merumahkan 532 karyawannya itu. Menurut dia, sampai dengan kuartal ketiga tahun 2018 lalu, perusahaan mengalami penurunan total penjualan 1%, yakni senilai Rp9,849 miliar, dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp9,961 miliar.

"Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis, khususnya dalam bisnis makanan. Oleh karena itu, kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang," katanya kepada Okezone menanggapi adanya demo terkait PHK massal itu.

Dilanjutkannya, penurunan penjualan itu berakibat pada penutupan 26 toko di sejumlah wilayah di Indonesia. Di mana total pekerjanya mencapai 532 orang dari berbagai posisi. Dari jumlah tersebut, disebutkan sudah 92% pekerja menerima dengan suka rela PHK itu.

"Dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efesiensi tersebut, 92% karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja," sambung Tony.

Baca Juga: Tolak PHK, 4 Ribu Pekerja Geruduk Kantor Hero Bintaro

Dia mengungkapkan, penurunan nilai penjualan makanan itu tentunya berdampak pula pada beban finansial perusahaan. Oleh karenanya, ucap dia, manajemen tak bisa mengalih tugaskan karyawan pada toko yang tutup untuk bekerja pada toko yang masih aktif, sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

"Kita tidak mungkin mempekerjakan mereka di toko lainnya, karena sumber daya manusianya tak mungkin ditambah, anggarannya dari mana?. Jadi kami persilahkan kalaupun mereka mau menempuh lewat jalur hukum soal ini (PHK)," tandasnya.

 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini