RKAP 2019 yang bertemakan”Becoming Digital Financial Company” menargetkan agar perusahaan bisa lebih efektif dan efisien pada era digital ekonomi. Pemilihan tema RKAP disesuaikan dengan perlunya dukungan sumber daya internal yang memadai, kinerja channel distribution (cabang dan unit pelayanan, agen, Business Process Outsourcing(BPO), dan Pegadaian Digital Service (PDS) serta peningkatan produktivitas.
Kuswiyoto menambahkan, untuk proyeksi keuangan dan bisnis Pegadaian 2019 akan terus tumbuh. Biaya usaha diproyeksikan pada 2019 sebesar Rp9,741 triliun atau tumbuh 24%; laba usaha sebesar Rp4,062 triliun atau tumbuh 10,8%; dan laba setelah pajak sebesar Rp3,018 triliun atau tumbuh 10,8%.
Baca Juga: Tangkal Gratifikasi, PT Pegadaian Gandeng KPK
Dari sisi operasional bisnis, Pegadaian memproyeksikan outstanding loanposis Rp 46,476 triliun atau15,2%; dan omzet sebesar Rp148,72 triliun atau15,2%. Untuk rasio keuangan dan WACOF gross profit margin 2019 diproyeksikan menjadi 29% dari prognosis 2018 yang tercatat 32,11%. OSL Pegawai RKAP 2019 sebesar Rp3,34 juta/orang dari prognosis 2018 sebesar Rp3,08 juta/orang.
Menurut Kuswiyoto yang menjadi pemimpin baru di Pegadaian, proyeksi non perfoming loan sebesar 2,5% dari prognosis tahun sebelumnya (2018) 1,8%.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.