nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham Hero Supermarket Anjlok Pasca-Tutup Gerai dan PHK Karyawan

Selasa 15 Januari 2019 12:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 15 278 2004654 saham-hero-supermarket-anjlok-pasca-tutup-gerai-dan-phk-karyawan-a2NZxRberB.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Keputusan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melakukan efisiensi dengan menutup sebanyak 26 gerai dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 532 karyawannya menuai pil pahit bagi investor seiring dengan melorotnya performance kinerja perseroan. Tengok saja, rencana menutup gerai membuat saham HERO terkoreksi pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di awal pekan.

Saham perseroan pada jeda siang kemarin anjlok 50 poin atau 5,85% ke posisi Rp805 per saham dari Rp855 per saham pada pembukaan perdagangan pagi tadi. Frekuensi perdagangan saham HERO ditransaksikan sebanyak 11 kali. Namun demikian, menurut analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, kebijakan efisiensi bisnis yang diambil oleh PT Hero Supermarket Tbk dinilai analis bukanlah pertanda bahwa bisnis ritel kian meredup.

Baca Juga: Efisiensi Jadi Alasan Hero Tutup Toko hingga PHK Karyawannya

Disampaikannya, kinerja makroekonomi, penjualan ritel masih menunjukkan tren positif. Bahkan, emiten berkode saham HERO tersebut juga mencatatkan kenaikan laba bersih yang ditopang oleh kenaikan laba kotor (gross profit) meskipun pendapatan terpantau menurun.“Walaupun pendapatan menurun, kinerja labanya mengalami kenaikan. Kalau dilihat dari kinerja fundamentalnya, belum terjadi masalah bagi HERO itu sendiri,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (15/1/2019).

Oleh karena itu, Nafan menilai, langkah efisiensi bisnis yang diambil HERO dengan menutup 26 gerai dan memberhentikan 532 karyawan merupakan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Selain itu, efisiensi ini dinilai juga sebagai upaya perusahaan untuk dapat menekan biaya operasional yang telah meningkat.

Nafan memaparkan, bisnis di sektor ritel ke depan masih sangat kompetitif, didukung oleh kenaikan data penjualan ritel tanah air sebesar 3,4% yoy pada November 2018 dibandingkan dengan perolehan pada bulan sebelumnya sebesar 2,88% yoy. Selain itu, momentum tahun politik juga diperkirakan dapat mendorong tingkat konsumsi.

supermarket

Tony Mampuk, Corporate Affairs GM Hero Supermarket menyampaikan, 92% dari karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut telah menerima dan sepakat untuk mengakhiri hubungan kerja dan mendapatkan hak sesuai dengan Undang-undang Kementerian Tenaga Kerja RI No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.”Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan, oleh karena itu kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang,”ujarnya.

Adapun penutupan sejumlah gerai dilakukan emiten berkode saham HERO tersebut karena perseroan mengalami penurunan total penjualan bisnis makanan pada kuartal III/2018 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan penjualan di kuartal III 2018 yang sebesar 1% atau Rp122 miliar menjadi Rp 9,84 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 9,96 triliun karena bisnis makanan yang lesu menjadi alasan perseroan menutup gerai dan PHK.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini