Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukalapak Tegaskan Belum Minat IPO

Bukalapak Tegaskan Belum Minat IPO
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Co-founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan bahwa untuk saat ini Bukalapak belum berencana untuk go public melalui Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. ”Untuk IPO, belum ada rencana konkrit. Kita masih mempelajari berbagai kemungkinannya karena untuk mendapatkan dana tidak harus IPO. Bisa melalui private financing, obligasi, dan lainnya," kata Fajrin Rasyid dilansir dari Harian Neraca, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga: Perusahaan di Papua Didorong Go Public

Lebih lanjut, Fajrin mengatakan ada beberapa persyaratan yang masih mengganjal bagi Bukalapak untuk melantai di Bursa, terutama terkait kewajiban yang harus dipenuhi setelah IPO.”Persyaratan IPO sekarang lebih mudah yang kami masih cari tahu adalah sebenarnya ada enggak sih perubahan ke depannya soal kebijakan-kebijakan setelah IPO," ujar Fajrin.

Menurutnya, hal tersebut yang kadang bikin perusahaan starup bila sudah IPO harus publish data dan itu yang belum disentuh sama BI. Fajrin juga berharap adanya relaksasi terkait kewajiban-kewajiban setelah IPO, seperti kewajiban untuk melaporkan detail laporan keuangan.”Itu mungkin bisa jadi salah satu yang paling beratlah karena dengan inovasi yang cepat sekali kadang-kadang pengen inovasi ini jangan sampai kemudian diketahui banyak orang lalu ditiru dengan cepat dan sebagainya," kata Fajrin.

ihsg

Disampaikannya, hal tersebut menjadi perhatian bagi Bukalapak sebelum IPO dan tidak cuma soal angka akan tetapi kegiatan-kegiatan penting dan sebagainya. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mendorong perusahaan startup yang memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau biasa disebut startup Unicorn seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka, untuk masuk ke pasar modal.

Dirinya meminta para startup Unicorn melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di BEI,”Saya berharap Unicorn-Unicorn masuk ke Bursa Efek Indonesia. Hanya masalah waktu dan masalah size daripada offering-nya," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement