nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ASDP Siapkan Rp2,2 Triliun Beli Kapal Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 15:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 16 320 2005261 asdp-siapkan-rp2-2-triliun-beli-kapal-baru-SmxMojU5EK.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan dana sebesar Rp2,2 triliun di tahun 2019. Dana pengembangan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembelian kapal baru dan pengembangan infrastruktur.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Irawan Puspa Dewi mengatakan, ada beberapa kapal baru dan dermaga baru yang membutuhkan dana besar. Khususnya dalam pengembangan dermaga yang ada di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang memiliki potensi penumpang cukup besar.

"Investasi kita membutuhkan dana Rp2,2 triliun," ujarnya dalam acara media gathering di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

 Baca Juga: ASDP Bidik 8,6 Juta Penumpang pada 2019

Sementara itu, Direktur Keuangan ASDP Indonesia Ferry Dunia Satriawan mengatakan, dana sebesar Rp2,2 triliun di antaranya adalah untuk pengadaan kapal. Termasuk juga rekondisi kapal-kapal lama yang masih layak digunakan.

Pada tahun ini sendiri perseroan akan menambah 11 kapal baru. Sedangkan dalam jangka lima tahun kedepan ada 54 kapal baru yang akan disediakan oleh perseroan.

"Karena kapal kapal kita selain ekspansi bisnis juga merekondisi kembali kapal-kapal yang usianya cukup tinggi," ucapnya.

Sementara itu 24% di antaranya adalah untuk pengembangan dan pembangunan dermaga baru. Saat ini yang paling dekat adalah pengembangan dermaga Bakauheni-Merak yang ditargetkan rampung Lebaran 2019.

"Sekitar 24% untuk dermaga. Yang on progress di merak Bakauheuni. Di sana itukan jalan dan dermaga cukup banyak, sehingga waktu operasi kapal juga tidak bisa full," jelasnya.

 Baca Juga: ASDP Perkuat Sektor Pariwisata dan Logistik

Sementara 9% di antaranya adalah untuk perbaikan fasilitas-fasilitas. Perbaikan fasilitas ini nantinya akan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

"Lainnya sekitar 9% perbaikan fasilitas. Ini juga tidak terlepas pemenuhan standarisasi pelayanan Kemenhub. Fasilitas ini baik di pelabuhan maupun kapal," katanya.

Adapun sumber pendanaannya adalah sebesar Rp500 miliar berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Angka tersebut merupakan sisa dari dana PMN yang diberikan kepada perseroan untuk jangan waktu 5 tahun.

Sedangkan Rp1,7 triliun sisanya berasal dari kas perusahaan. Artinya sebagian besar investasi yang dibutuhkan Perseroan sebagainya besar berasal dari kas internal perusahaan.

"Funding kita mendapatkan dari PMN sebagian, sebagian lagi dari dana internal. PMN sebetulnya totaly tahun 2015 mendapatkan PMN Rp1 triliun. Kalau tahun ini PMN sekitar Rp500 miliar. Jadi dari Rp2,2 triliun dari PMNnya Rp500 miliar. Lebih besar dari internal," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini