nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamen Arcandra: Masalah Harga Minyak Tidak Hanya Supply dan Demand

Jum'at 18 Januari 2019 15:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 18 320 2006269 wamen-arcandra-masalah-harga-minyak-tidak-hanya-supply-dan-demand-PjKHVkpcAG.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menilai terdapat banyak faktor yang memengaruhi harga minyak dunia yang saat ini kembali turun.

"Masalah harga minyak tidak hanya dilihat dari supply dan demand," tutur Wamen Arcandra kepada para awak media, dikutip dari Antara News, di Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa terdapat banyak faktor yang memengaruhi harga minyak, termasuk masalah geopolitik dan situasi beberapa negara.

Baca Juga: Melimpahnya Produksi AS Tekan Harga Minyak hingga 2%

Sebelumnya dalam kabar yang dilansir Antara, harga minyak turun lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang pelemahan baru-baru ini di tengah kekhawatiran melonjaknya produksi minyak AS dan permintaan global yang menurun, terutama mengingat sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun USD0,24 menjadi menetap pada USD52,07 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, turun USD0,14 menjadi ditutup pada USD61,18 per barel di London ICE Futures Exchange.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan pasar bulanannya, memangkas proyeksi rata-rata permintaan minyak mentah pada 2019 menjadi 30,83 juta barel per hari, turun 910.000 barel per hari dari rata-rata 2018.

Baca Juga: Harga Minyak Stagnan, Brent Dijual USD60,67 per Barel

OPEC mengatakan produksinya turun 751.000 barel per hari pada Desember, menunjukkan sedang dalam perjalanan untuk memenuhi persyaratan kesepakatan pemotongan produksi di antara negara-negara anggota OPEC dan produsen lain, termasuk Rusia.

Meskipun eksportir OPEC dan sekutunya memangkas produksi, produksi AS telah melonjak mendekati 12 juta barel per hari pada minggu terakhir, serta beberapa pedagang dan investor khawatir bahwa pertumbuhan pasokan global tahun ini akan melebihi permintaan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini