Harga Minyak Naik Tipis Ditopang Rencana OPEC

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 320 2007621 harga-minyak-naik-tipis-ditopang-rencana-opec-mDlH2a7dRY.jpg Ilustrasi: Harga Minyak Naik (Foto: Shutterstock)

LONDON - Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan Senin 21 Januari 2018. Mampu bangkit setelah investor mengabaikan data pertumbuhan ekonomi China 2018 sebesar 6,6% atau tumbuh melambat.

Investor kini fokus pada rencana Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk memangkas produksi minyak.

Melansir Reuters, Selasa (22/1/2019), minyak mentah berjangka Brent, naik 12 sen AS menjadi USD62,83 per barel pada pukul 15.23 waktu London (17.27 GMT) terhadap harga penutupan Jumat (18/1), sementara minyak mentah berjangka AS naik 19 sen AS menjadi USD53,99 per barel.

 Baca Juga: Harga Minyak Naik di Tengah Penurunan Produksi AS

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) libur memperingati Hari Martin Luther King Jr.

Ekuitas global turun setelah data menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi China pada 2018 terendah dalam 28 tahun. Pertumbuhan ekonomi China inimenimbulkan kekhawatiran bahwa prospek pertumbuhan global mungkin akan semakin suram, terutama karena ketegangan perdagangan AS-China.

"Itu sangat mungkin bahwa perang dagang dengan AS memicu perlambatan ekonomi," kata kepala analis pasar CMC Markets, Michael Hewson.

"Tetapi investor juga harus mempertimbangkan bahwa ekonomi China tidak mungkin tumbuh pada kecepatan yang telah terjadi selama 10 tahun terakhir, dalam 10 tahun mendatang,"

 Baca Juga: Wamen Arcandra: Masalah Harga Minyak Tidak Hanya Supply dan Demand

Pasar saham masih naik sejauh bulan ini, yang telah memberikan investor minyak kepercayaan lebih untuk bertaruh secara agresif pada kenaikan harga minyak mentah.

Para analis mengatakan latar belakang yang lebih kuat untuk pasar keuangan dan prospek pertumbuhan produksi minyak mentah yang lebih lambat adalah pendorong utama di balik reli minyak.

"Kinerja pasar saham adalah salah satu alasan mengapa minyak terus bergerak lebih tinggi. Tampaknya juga ada kepercayaan umum bahwa pemotongan yang disepakati dalam produksi OPEC akan cukup untuk menyeimbangkan pasar," kata PVM Oil Associates.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini