nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNI Catat Kredit Tumbuh 16,2% pada 2018, Setara Rp512,78 Triliun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 23 278 2008428 bni-catat-kredit-tumbuh-16-2-pada-2018-setara-rp512-78-triliun-S3IT2vemGM.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sepanjang 2018 mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp512,78 triliun. Realisasi itu tumbuh 16,2% year on year (yoy) dari tahun 2017 yang sebesar Rp441,31 triliun.

Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah menjelaskan, penyaluran kredit tersebut ditopang segmen korporasi swasta yang mendominasi atau sebesar 29,6% dari total kredit yang disalurkan. Kredit segmen korporasi swasta mencapai Rp151,71 triliun atau tumbuh 12,9% yoy di 2018.

"Sementara penyaluran kredit ke Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 21,6% dari total kredit. Nilai kredit ke BUMN mencapai Rp110,99 triliun pada 2018, atau tumbuh 31,6% yoy," sebutnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Khusus untuk kredit yang disalurkan pada segmen usaha menengah, perseroan mencatat sebesar Rp74,73 triliun pada akhir 2018 atau 6,4% yoy. Kredit di segmen ini rata-rata tersalurkan ke sektor perdagangan, restauran, perhotelan, perindustrian, transportasi, pergudangan, dan komunikasi.

Baca Juga: BNI Kantongi Laba Bersih Rp15,02 Triliun Sepanjang 2018

Adapun untuk kredit pada segmen usaha kecil, tercatat tumbuh 17% yoy atau Rp66,06 triliun pada akhir 2018. Di segmen ini pertumbuhan tertinggi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu 42,9% yoy atau mencapai Rp20,3 triliun.

Pertumbuhan segmen usaha kecil tertinggi tercatat tersalurkan ke sektor agrikultur yang meningkat 54,7% yoy. "Ekspansi kredit pada segmen ini dilakukan dengan menambah jumlah outlet yang diberi kewenangan untuk menyalurkan kredit kecil, dari 197 outlet pada 2017 menjadi 266 outlet pada 2018," jelasnya.

Endang juga menyatakan, kredit payroll menjadi kontributor utama penyaluran kredit pada segmen konsumer. Di mana mengalami pertumbuhan sebesar 34,2% yoy atau menjadi Rp23,74 triliun di 2018.

Sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan pertumbuhan 9,9% yoy atau tersalurkan Rp40,75 triliun. Sedangkan kartu kredit juga tumbuh 7,9% yoy atau mencapai Rp12,56 triliun.

grafik

"Penyaluran kredit tersebut sebagian besar dilakukan dalam skema Kredit Modal Kerja (KMK) yang mencapai 52,5% dari total kredit yang disalurkan atau senilai Rp269,26 triliun pada akhir 2018. Nilai KMK tersebut tumbuh 19,0% yoy dibandingkan posisi akhir tahun 2017 yang mencapai Rp226,19 triliun," paparnya.

Penyaluran kredit juga dilakukan dalam bentuk Kredit Investasi (KI) sebesar 29,1% dari total kredit atau senilai Rp 149,27 triliun pada akhir 2018. Nilai tersebut tumbuh 14,6% yoy dari posisi 2017 yang mencapai Rp 130,29 triliun.

Pada sektor manufaktur mengambil porsi 19,1% dari total kredit atau sebesar Rp98,03 triliun, tumbuh 32,0% yoy dibandingkan 2017 yang mencapai Rp82,74 triliun.

Sedangkan penyaluran kredit ke proyek-proyek infrastruktur utamanya tertuju pada konstruksi dan jalan tol. Pertumbuhan kredit untuk proyek infrastruktur mencapai 11,1% yoy atau mencapai Rp110,60 triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp99,51 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini