nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PTPN III Terbitkan Surat Utang Rp500 Miliar

Kamis 24 Januari 2019 11:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 24 278 2008746 ptpn-iii-terbitkan-surat-utang-rp500-miliar-JNhJ84gCDG.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pasar surat utang tahun ini masih cukup positif, sehingga mendorong beberapa perusahaan mencari pendanaan lewat penerbitan surat utang di pasar modal. Langkah inilah yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang berencana menerbitkan surat utang jangka menengah dengan total jumlah pokok Rp500 miliar.

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (24/1/2019), Perkebunan Nusantara III (PTPN III) menerbitkan medium term notes (MTN) II PTPN III tahun 2018 dengan total jumlah pokok Rp375 miliar. Surat utang itu memiliki tingkat bunga tetap 11%. Surat utang tersebut memiliki tenor 3 tahun dengan frekuensi pembayaran bunga tiap 3 bulan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai agen pemantau dan PT Mandiri Sekuritas serta PT Bahana Sekuritas sebagai arranger.

Baca Juga: 9 Pabrik Gula PTPN Dilikuidasi, Ini Alasannya

Adapun, MTN II PTPN III Tahun 2018 didistribusi secara elektronik pada 23 Januari 2019. Pembayaran bunga pertama dilakukan pada 23 April 2019 dan jatuh tempo 23 Januari 2022. Selain itu, perseroan juga menerbitkan MTN Syariah Ijarah I PTPN III Tahun 2018 dengan jumlah pokok Rp125 miliar. Surat utang tersebut memiliki cicilan imbalan ijarah per tahun 11%.

Surat utang tersebut memiliki tenor tiga tahun dengan frekuensi pembayaran cicilan imbalan ijarah tiap tiga bulan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga bertindak sebagai agen pemantau dan PT Mandiri Sekuritas serta PT Bahana Sekuritas sebagai arranger. MTN Syariah Ijarah I PTPN III Tahun 2018 didistribusikan secara elektronik 23 Januari 2019.Periode pembayaran cicilan pertama pada 23 April 2019 dan jatuh tempo 23 Januari 2022.

ihsg

Tahun ini, PTPN III menargetkan bisa mengekspor 80% produk minyak sawit mentahnya ke berbagai negara. Rencana ekspor ini bertujuan untuk meminimalisir selisih kurs dalam rencana investasi perusahaan. Disebutkan, dari target 3,2 juta ton produksi CPO tahun ini, perseroan berencana untuk mengekspor sekitar 2,5 juta ton.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini