JAKARTA – Salah satu pengusaha terkenal Australia Clive Palmer, kembali masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya yang dirilis oleh Forbes.
Dikutip dari Forbes, Palmer tersisih dari daftar 50 orang terkaya Australia selama 5 tahun. Namun tahun ini, ia masuk pada posisi ke-20 dengan kekayaan bersih USD1,8 miliar.
Melansir ABC News, dorongan Palmer baru-baru ini dalam keuangan terjadi setelah perusahaan China yakni Citic diperintahkan untuk membayar lebih dari USD200 juta royalti kepada perusahaan Mineralogy milik Palmer.
Baca Juga: Michael Heine Jadi Pendatang Baru dalam 50 Miliarder Terkaya di Australia
Sebelumnya, Citic telah membayar Palmer sebesar USD579,6 juta pada tahun 2006 sebagai bagian dari perjanjian pengambilalihan proyek Sino Iron di Pilbara, tetapi Citic menolak membayar royalti kedua sampai diperintahkan oleh Mahkamah Agung.
Selain itu, kembalinya Clive Palmer ke dalam daftar tersebut terjadi 3 tahun setelah kilangnya, Queensland Nickel di Townsville anjlok dengan utang USD300, dan membuat lebih dari 800 orang kehilangan pekerjaan mereka.

Sementara itu, modul pertambangan Gina Rinehart tetap berada didaftar pertama orang terkaya Australia dengan kekayaan bersih USD14,8 miliar.
Ini adalah ketujuh kalinya dalam 8 tahun terakhir Forbes menghitung kekayaan bersihnya lebih dari USD10 miliar. Gina Rinehart hampir USD6 miliar lebih kaya dari pemilik Meriton yakni Harry Triguboff dan bos Visy Anthony Pratt yang berada dalam daftar ketiga dengan kekayaan mereka USd6,8 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.