nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rasio KPR di 2018 hanya 2,9%, Industri Properti Belum Bangkit?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 12:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 24 470 2008783 rasio-kpr-di-2018-hanya-2-9-industri-properti-belum-bangkit-iqd6CZUUJ6.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat rasio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tahun 2018 masih relatif rendah. BI mencatat rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di 2018 yakni 2,9%.

Manager Departemen Makro Prudential Bank Indonesia Bayu Adi Gunawan mengatakan, rasio KPR tersebut menandakan jika sektor properti belum bangkit. Seperti diketahui sejak 2014 lalu sektor properti mengalami anjlok.

"KPR kita cuma 2,9% dari PDB. 2018 serapan KPR belum maksimal. Belum sampai puncaknya. Tadinya harapan kami di 2018 akhir dan 2019 tengah akan sampaikan puncak," katanya dalam sebuah diskusi bertajuk 'Proyeksi Arah Properti 2019: Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019' di Jakarta, Kamis (24/12/2019).

Baca Juga: Tukang Cukur Bisa Ajukan KPR, Cicilannya Rp800.000/Bulan

Meskipun begitu lanjut Bayu, yang cukup menggembirakan adalah di 2018 ada kredit KPR baru hingga Rp12 triliun. Angka tersebut terus mengalami peningkatan sejak 2015 lalu.

"2018 kredit baru Rp12 triliun. Jadi ada peningkatan dari 2015. Tapi paling tinggi di 2018," katanya.

Bayu menjelaskan, sepanjang 2018 lalu KPR untuk rumah tapak murah dan komersial mendominasi. Adapun datanya sepanjang 2018, KPR rumah tapak tumbuh sekitar 7,1%.

"Pertumbuhan rumah tapak di 7,1% itu per Oktober. Dua segmen ini yang mendominasi kredit KPR," kata dia.

Sementara itu untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) masih sangat kecil sekali. Meskipun pembangunan apartemen cukup tinggi namun sayangnya pangsa pasarnya masih sedikit.

"Growthnya apartemen memang tinggi tapi pangsa KPR-nya sedikit. NPL-nya KPR masih terjaga di 2,7%," tuturnya.

grafik

Sementara itu dari sisi pasar lanjut Bayu, market usia muda masih mendominasi dan terus meningkat. Sementara usia 36-45 tahun justru mengalami penurunan.

"Usia muda (Milenial) mulai meningkat dominasinya 2014-2017 pangsanya cukup meningkat. 36-45 tahun pasarnya lebih menurun. Tipe 22-70 rumah tapak dan rusun dominasi anak muda. Anak muda punya aware dengan nyicil rumah," jelasnya.

Sementara jika dilihat dari pekerjaannya lanjut Bayu, pekerja korporasi publik masih mendominasi. Sales-nya sekitar 4% dari sales keseluruhan di 2017.

"Anomalinya kinerja korporasi publik properti 2018 memang menurun. Tumbuh tapi tumbuh melambat. Sales-nya bagus 2017 kemari, tapi 2018 growth sales-nya cuma 4% demand katanya memang kurang," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini