nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Kawasan Jabodetabek, Harga Rumah Wilayah Depok Naik Paling Tinggi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 24 470 2008877 di-kawasan-jabodetabek-harga-rumah-wilayah-depok-naik-paling-tinggi-JjNIT3BB3S.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Selama 2018, Depok menjadi salah satu daerah yang paling banyak di cari untuk membeli rumah. Depok menempati urutan kedua setelah Bandung sebagai daerah yang paling banyak dicari untuk memiliki hunian.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan permintaan yang tinggi membuat harga perumahan di kawasan Depok terkerek naik. Bahkan dibandingkan daerah lainnya di wilayah Jabodetabek kenaikan harga rumah di Depok menjadi yang paling tinggi.

Berdasarkan penelusuran Okezone di website jual beli online Rumah123.com, harga rumah di Depok berada di kisaran minimal Rp200 juta untuk rumah komersil. Itu pun letaknya berada di kawasan Citayam.

Baca Juga: Bangun Rumah untuk Tukang Cukur, Presiden: Harganya Rp130 Juta

Selain Depok, harga rumah di Bekasi juga mulai terkerek naik. Hal tersebut menyusul mulai naiknya permintaan rumah di wilayah tersebut.

"Depok ini harganya naik yang lainnya masih sideway belum ada yang turun," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Untung menambahkan, untuk daerah lainnya harganya masih relatif stabil. Namun harganya masih sangat tinggi dibandingkan Depok.

Sebagai salah satu contohnya adalah kawasan Kelapa Gading. Berdasarkan penelusuran Okezone di situs jual beli rumah123.com, harga rumah di kawasan Kelapa Gading berada di kisaran harga minimal Rp1 miliar.

rumah

"Kelapa gading masih segitu-gitu saja. Ada koreksi kadang naik kadang turun tapi arahnya masih sama," jelasnya.

Sementara itu, untuk wilayah Bogor, Tangerang justru mengalami penurunan. Harga rumah di sana meskipun masih tinggi namun jika diteliti justru bergerak turun.

"Bogor fluktuatif tapi cenderung turun. Bintaro masih dominan segmen bawahnya yang banyak dicari," ucap Untung.

Sementara di kawasan Serpong, harganya bergerak tidak beraturan. Namun pergerakannya justru tidak pernah mengalami penurunan selama 2018.

"Selanjutnya Serpong, ini enggak ketemu pattern ya. Jadi masih sideway tapi belum ada yang turun," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini