nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Saran Agar Nasabah Jiwasraya Tak Rugi 2 Kali

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 15:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 25 320 2009353 ini-saran-agar-nasabah-jiwasraya-tak-rugi-2-kali-OQcnrbpkzt.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Para nasabah pemegang polis JS Saving Plan tetap tenang dan bersabar, pasca-ditundanya kewajiban pembayaran polis oleh manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak Oktober 2018.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Mediasi Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Frans Lamury menyusul upaya penyehatan yang tengah dilakukan manajemen baru Jiwasraya dan Kementerian BUMN selaku pemegang saham dalam rangka memperbaiki kondisi likuditas perseroan.

"Saya mengikuti isu ini secara langsung dan lewat media. Kalau hemat saya, harusnya Jiwasraya dan nasabah dapat berkompromi karena yang saya tahu Jiwasraya siap bertanggungjawab dan meminta waktu, tapi di sisi sana ada nasabah yang ingin cepat dibayarkan," ungkap Frans di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

 Baca Juga: Nasabah Diminta Tunggu Upaya KBUMN Selesaikan Kasus Jiwasraya

BMAI sendiri, kata Frans, saat ini memilih netral lantaran hingga pihaknya belum menerima surat aduan yang dilayangkan sebagian kecil nasabah melalui Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya.

Sementara mengomentari pernyataan Rudyantho selaku Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya di sejumlah media, Dia pun mengingatkan agar para nasabah dapat berpikir matang jika ingin mengambil langkah-langkah hukum tersebut.

"Karena kalau mereka pilih melalui jalur persidangan, entah itu pidana atau perdata, tentunya akan ada waktu dan biaya lagi yang dikeluarkan nasabah. Padahal manajemen sendiri akan mulai membayar mulai kuartal II 2019. Intinya, Kami tidak ingin nasabah malah rugi 2 kali untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Seperti diketahui, karena menghadapi tekanan likuditas pada Oktober 2018 lalu manajemen lama Jiwasraya mengaku tidak mampu membayar 711 polis atas produk JS Saving Plan yang mulai diterbitkan sejak 2013. Sebagai bentuk tanggungjawab, Kementerian BUMN pun menunjuk manajemen baru Jiwasraya untuk dapat melakukan pembayaran polis jatuh tempo kepada peserta yang tidak berminat melakukan roll over.

 Baca Juga: Polemik Klaim Polis Jiwasraya, Ini Saran dari AAJI

Di mana sebagai kompensasi, ditawarkan bunga pengembangan sebesar 5,75% per tahun yang akan dibayarkan mulai kuartal II 2019.

Sedangkan untuk peserta yang berminat melakukan roll over, manajemen baru Jiwasraya menawarkan bunga sebesar 7% per tahun atau setara dengan 7,49% per tahun net efektif.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini