nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Disebut Pencetak Utang, Menko Luhut: Dia Menteri Ekonomi Terbaik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 15:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 31 20 2011959 sri-mulyani-disebut-pencetak-utang-menko-luhut-dia-menteri-ekonomi-terbaik-Tc6h35mHqd.jpeg Menteri koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sempat menyindir kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu. Menurut dia, Sri Mulyani harusnya malu karena prestasinya sebagai Menteri Keuangan sebatas menambah utang untuk menambal defisit anggaran.

Menanggapi sindiran tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut bersuara. Menurutnya, selama ini kinerja Bendahara Negara tersebut baik dalam mengelola keuangan negara.

Baca Juga: Curhat Sri Mulyani: Selalu Ada yang Cari Kesalahan Pengelolaan APBN

"Bu Ani (panggilan Sri Mulyani), itu menteri ekonomi terbaik dunia loh. Jadi kalau ada yang bilang menteri utang, mau bangkrut, ya yang ngomong yang mau bangkrut. Kalau orang yang bilang menteri utang, neneknya menteri utang!,” kata Luhut dalam acara DBS Asian Insight Conference di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Luhut menjelaskan, pada dasarnya sebelum pemerintah berutang, rencana tersebut sudah lebih dulu digodok bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai wakil rakyat. Pembahasan tersebut yakni dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sehingga jika pemerintah berutang, maka besaran utang sudah disetujui DPR.

Di sisi lain, menurutnya rasio utang pemerintah yang kini 29,98% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam batas aman, yakni di bawah 60% terhadap PDB.

luhut

"Kemarin saat World Economic Forum, di Davos, negara-negara sangat mengapresiasi apa yang dicapai oleh Indonesia. 'Kenapa utang kalian segini, padahal bisa bikin utang lebih besar'. Segitu saja kita sudah digebukin," selorohnya.

Menurutnya, selama ini pemerintah sudah melakukan pengelolaan utang dengan baik, sebab utang ditujukan untuk hal-hal yang produktif. Salah satunya untuk membangun LRT, yang kata dia, dalam pendanaannya pemerintah berhasil menekan biaya hingga Rp1 triliun.

“Itu yang hitung LRT Jakarta anak-anak muda di kantor saya dan mereka menghemat Rp1 triliun dari situ saja. Karena mereka melakukan penghematan dalam perhitungannya. Itu hanya 20 persen lebih dari APBN. Sisanya konsorsium bank sebanyak Rp 19,9 triliun. Jadi sekarang negara ini di manage oleh anak-anak muda yang tidak bisa main-main lagi,” tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini