Dalam sehari, PT Royal Coconut menerima kelapa dari masyarakat antara 150 ton hingga 200 ton. Dari bahan baku kelapa tersebut menghasilkan tepung kelapa setiap harinya rata-rata 24 ton. “Pabrik kami mulai produksi di awal Januari 2018 dan langsung ekspor ke Eropa, Afrika dan Asia,” kata Marwan.
Marwan mengungkapkan tiap tahun volume ekspor tepung kelapa terus meningkat. Ini menandakan pasar ekspor tepung kelapa sangat besar. Untuk meningkatkan volume ekspor, dia mengaku mendapatkan dukungan pemerintah berupa kemudahan perizinan ekspor.
“Pemerintah era sekarang sangat mensupport perizinan. Semua diurus dengan mudah, yang penting kita memenuhi persyaratannya,” tegasnya. Dukungan juga diberikan pemerintah baik Kementerian Pertanian (Kementan) maupun pemerintah daerah untuk keberlangsungan usaha.
Keberlanjutan yang dimaksud yakni adanya bantuan kepada petani berupa program peremajaan tanaman kelapa. “Ini sangat membantu petani, juga pabrik pengolahan,” kata Marwan.