nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jasa Marga Susul Adhi Karya dan Waskita Gabung Holding BUMN Infrastruktur

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 18:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 470 2012602 jasa-marga-susul-adhi-karya-dan-waskita-gabung-holding-bumn-infrasturktur-vrD73izXXT.jpeg Foto: Dokumentasi Jasa Marga

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara resmi melebur dalam Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Infrastruktur. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada hari ini.

Masuknya Jasa Marga dalam holding BUMN Infrastruktur menyusul perusahaan plat merah lainya yang telah lebih dahulu bergabung. Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergabung dalam holding infrasturktur adalah PT Waskita Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) yang lebih dahulu sudah bergabung dalam holding infratruktur.

Direktur Utama Jasa Marga (Persero) Dessy Ariyani mengatakan, RUPSLB ini merupakan langkah bagi Perseroan untuk bergabung dalam Holding Infrastruktur. Sebab sebagai perusahaan terbuka, dibutuhkan berbagai proses agar bisa mengalihkan sahamnya kepada PT Hutama Karya.

"Jasa marga melakukan RUPSLB pada sore hari ini. Jadi agenda RUPSLB pemintaan dari Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas yang meminta kita melakukan RUPSLB. Tujuannya adalah untuk merealisasikan holding infrastruktur," ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

 

Dessy menambahkan, dalam agenda RUPSLB ini ada dua agenda ayang diputuskan, yang pertama adalah menyetujui perubahan anggaran dasar. Kemudian yang kedua adalah menyetujui untuk melepas nama Persero.

"Dan memang hari ini RUPSLB menyetujui perubahan nama. Dan yang kedua adalah menyetujui perubahan anggaran dasar," jelasnya.

Dessy menambahkan, pengalihan saham tersebut mulai berlaku jika Peraturan Pemerintah (PP) Holding BUMN Infrastruktur resmi dikeluarkan oleh pemerintah. Adapun status PP itu sendiri saat ini sedang dalam proses di Sekertariat Negara (Setneg).

"Namun demikian, proses holding itu sendiri baru akan efektif jikalau PP yang saat ini sedang dalam proses bisa selesai," jelasnya.

Nantinya lanjut Dessy, ada enam anggota yang akan bergabung dalam Holding BUMN Infrastruktur. PT Hutama Karya (Persero) akan menjadi induk. Kemudian anggotanya ada tiga BUMN yang telah menjadi perusahaan terbuka.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sementara dua lagi merupakan perusahaan konsultan yakni PT Indra Karya (Persero) dan PT Yodya Karya (Persero).

"Ada beberapa anggotanya, yang lead-nya Hutama Karya. Yang dibawahnya ada 3 Tbk , Adhi, Waskita, Jasamarga. Dan satu lagi konsultan perencana ada dua yakni Yodya dan Indra karya. Jadi ada enam anggota rencana anggota holding," jelasnya. (yau)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini