nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjualan Gas Elpiji Online Jadi Tantangan Pemerintah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 19:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013747 penjualan-gas-elpiji-online-jadi-tantangan-pemerintah-nU0jEs8tpq.jpg Gas Elpiji 3 Kilogram (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam penyaluran elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi agar bisa tepat sasaran. Hal tersebut seiring semakin banyaknya penjualan tabung gas elpiji 3 kg yang dijual online.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, penjualan lewat online memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk memastikan penjualan sesuai dengan target pasarnya. Sebab, dengan membeli secara online, pemerintah kesulitan mengidentifikasi apakah sang pembeli merupakan golongan yang berhak menerima ubsidi.

Adapun tabung gas elpiji 3 kg subsidi disediakan untuk tiga golongan. Ketiga golongan tersebut adalah rumah tangga, usaha mikro dan nelayan kecil.

"Penerima subsidi sulit terindentifikasi terutama bagi masyarakat yang membeli secara online sehingga langsung diantar ke rumah tangga oleh pangkalan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Bakal Ada Pengganti LPG, Ini Penjelasan Bos Pertamina

Tantangan selanjutnya untuk penyaluran tabung gas elpiji 3 kg subsidi adalah semakin banyaknya kebutuhan masyarakat terhadap tabung gas ini. Sebagai contohnya realisasi penyaluran elpiji 3 kg di 2018 sebesar 6,5 juta Metrik Ton (MT) angka tersebut melebihi target yang hanya 6,45 juta MT.

"Beberapa tantangan pelaksanaan subsidi elpiji 3 kg yang berhasil diidentifikasi, bahwa elpiji terus meningkat sesuai kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Tekan Impor LPG, RI Bangun Pabrik Gasifikasi Batu Baru

Kemudian dalam penyaluran subsidi selanjutnya pengoplosan dengan mencampur elpiji bersubsidi dan tidak bersubsidi. Untuk hal ini, pemerintah akan terus berupaya mengantisipasi hal tersebut.

Tantangan terakhir adalah pemerintah masih sulit mengawasi harga tingkat eceran dari tabung gas melon tersebut. Khususnya harga ditingkat pengecer yang notabenya tidak ditentukan oleh pemerintah.

"Karena pemerintah pusat menentukan harga di agen. Kemudian pemerintah daerah menentukan harga di pangkalan. Namun di masyarakat banyak sekali membeli di tingkat pengecer," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini