nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pagi Ini Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.950/USD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 06 278 2014222 pagi-ini-rupiah-menguat-tipis-ke-rp13-950-usd-nnSa4H85Q7.jpg Foto: Rupiah Menguat Tipis (Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mampu menguat tipis pada perdagangan pagi ini. Rupiah masih berada di level Rp13.900-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (4/2/2019) pukul 09.11 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka menguat 11,5 poin atau 0,08% ke level Rp13.950 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.940 per USD – Rp13.950 per USD.

 Baca Juga: IHSG Melesat ke 6.517 Jelang Pengumuman Ekonomi RI

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat tipis 5 poin atau 0,03% ke Rp13.945 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.930 per USD – Rp13.971 per USD.

Sebelumnya, kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika para investor menunggu pidato kenegaraan Presiden Donald Trump untuk kemungkinan pembaruan tentang perang perdagangan Amerika Serikat-China.

 Baca Juga: Dolar AS Menguat Jelang Pidato Kenegaraan Trump

Pemulihan berkelanjutan dalam selera investor terhadap risiko telah memberikan tekanan terhadap mata uang safe-haven, menyeret franc Swiss lebih rendah, sementara dolar Australia naik setelah bank sentral negara itu memperingatkan risiko-risiko terhadap pertumbuhan dan menjauhi sinyal pelonggaran kebijakan eksplisit.

Dengan bank-bank sentral di seluruh dunia dalam pola holding, dan sejumlah ketidakpastian pada perdagangan dan faktor-faktor lain, perdagangan di pasar mata uang sebagian besar bergerak dalam kisaran yang relatif ketat, Eric Viloria, Ahli Strategi Valas di Credit Agricole, mengatakan.

"Kisaran ini dapat berlangsung selama beberapa waktu sampai ada tindakan bank sentral yang lebih menentukan atau resolusi untuk beberapa dinamika politik, apakah itu negosiasi perdagangan atau sebaliknya," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini