Riset itu juga menemukan ekspor Eropa akan tumbuh hingga USD70 miliar. Adapun Jepang, Kanada, dan Meksiko, akan mengalami peningkatan ekspor lebih dari USD20 miliar untuk masing-masing negara.
“Negara lain yang dapat diuntungkan termasuk Australia, Brasil, India, Filipina dan Vietnam,” kata laporan PBB.
Sementara itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump bertekad terus mengambil pendekatan sepihak untuk melindungi para pekerja, petani, dan bisnis AS.
Kantor Perwakilan Dagang AS menyatakan dalam laporan tahunan untuk Kongres bahwa AS memiliki alasan tepat memaksa China mengubah model ekonominya. Laporan di Kongres itu juga menunjukkan AS tetap frustrasi dengan ketidakmampuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mencegah kebijakan ekonomi China.
“Tidak masuk akal mengharapkan keberhasilan dalam negosiasi apapun aturan baru WTO yang akan membatasi pendekatan China sekarang pada ekonomi dan perdagangan,” ungkap Kantor Perwakilan Dagang AS dilansir Reuters.
Beberapa aliansi AS, termasuk Kanada, Uni Eropa (UE), dan Jepang, juga frustrasi dengan tekanan yang diciptakan kebijakan ekonomi China.
Mereka kini memulai perundingan untuk perubahan dan modernisasi pertama berbagai aturan WTO sejak lembaga itu didirikan pada 1995. Meski demikian, setiap perubahan aturan WTO harus disepakati semua 164 negara anggota dan upaya sebelumnya telah gagal.
“China diperkirakan tak akan sepakat dengan aturan baru menargetkan perubahan pada praktik dagang dan sistem ekonominya,” ungkap laporan Kantor Perwakilan Dagang AS.
Sebelumnya, Trump menjelaskan akan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan dagang komprehensif.
Trump dan kepala negosiator perdagangan AS menyebut kemajuan besar dalam dua hari perundingan tingkat tinggi dengan China. Trump menyatakan di Gedung Putih bahwa dia optimistis dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia bisa mencapai kesepakatan terbesar yang pernah dibuat.
Pernyataan itu muncul saat Trump bertemu Wakil Perdana Menteri(PM) China Liu He. “Delegasi perdagangan China menyatakan perundingan menghasilkan kemajuan penting,” ungkap laporan kantor berita Xinhua. (Syarifudin)
(Dani Jumadil Akhir)