NEW YORK - Harga minyak dunia turun lebih dari 2% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar menghadapi kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan global akan melambat di tahun mendatang.
Rebound dari posisi terendah akhir Desember tampaknya terhenti di tengah kekhawatiran bahwa perang dagang antara AS dan China akan berlanjut, membebani permintaan. Pasar juga menghadapi kemungkinan bahwa produsen-produsen minyak tidak akan mematuhi sepenuhnya pemotongan yang disepakati tahun lalu.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret merosot USD1,37 menjadi menetap pada USD52,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk penyerahan April turun USD1,06 menjadi ditutup pada USD61,63 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (8/2/2019).
"Koreksi terhenti, terutama karena kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan," kata Gene McGillian, direktur Riset Pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. "Tampaknya ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi dengan pembicaraan perdagangan, dengan pertumbuhan ekonomi global dan permintaan di tahun mendatang," katanya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Merosot