nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Anjlok 2%

Jum'at 08 Februari 2019 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 320 2015144 harga-minyak-dunia-anjlok-2-baVhwNcro6.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Harga minyak dunia turun lebih dari 2% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar menghadapi kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan global akan melambat di tahun mendatang.

Rebound dari posisi terendah akhir Desember tampaknya terhenti di tengah kekhawatiran bahwa perang dagang antara AS dan China akan berlanjut, membebani permintaan. Pasar juga menghadapi kemungkinan bahwa produsen-produsen minyak tidak akan mematuhi sepenuhnya pemotongan yang disepakati tahun lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret merosot USD1,37 menjadi menetap pada USD52,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk penyerahan April turun USD1,06 menjadi ditutup pada USD61,63 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

"Koreksi terhenti, terutama karena kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan," kata Gene McGillian, direktur Riset Pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. "Tampaknya ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi dengan pembicaraan perdagangan, dengan pertumbuhan ekonomi global dan permintaan di tahun mendatang," katanya.

 Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Merosot

Secara khusus, kata dia, pasar khawatir tentang apakah permintaan cukup untuk menyerap pertumbuhan produksi minyak mentah dari AS.

"Fundamental-fundamental pasokan semakin berubah mendukung dalam beberapa pekan terakhir, tetapi terhadap ini pasar masih khawatir tentang dampak yang belum terealisasi sama sekali pada permintaan dari fundamental ekonomi makro yang lebih lemah," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Meskipun Amerika Serikat menerbitkan data pekerjaan yang kuat pekan lalu, pasar global tetap gelisah setelah China melaporkan pertumbuhan ekonomi tahunan terendah dalam hampir 30 tahun pada Januari. Itu memfokuskan perhatian lebih pada hasil pembicaraan AS-China untuk mengakhiri perang perdagangan antara dua ekonomi top dunia tersebut.

Harga minyak juga berada di bawah tekanan karena data mingguan yang diterbitkan oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (6/2) menunjukkan peningkatan yang tidak diinginkan dalam stok minyak mentah.

 Baca Juga: Harga Minyak Turun di Tengah Melesunya Permintaan

Penurunan produksi OPEC dan merosotnya pasokan dari Iran dan Venezuela karena sanksi-sanksi AS telah membuat banyak analis memperkirakan bahwa pasar akan seimbang pada 2019.

Harga minyak menunjukkan kenaikan 20% sejauh tahun ini.

Dukungan harga diberikan oleh pemangkasan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memperketat pasar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini