nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sarinah Bangun 3 Tower Senilai Rp1,8 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 13:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 08 470 2015276 sarinah-bangun-3-tower-senilai-rp1-8-triliun-AwYUfmclQk.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Sarinah (Persero) akan membangun kembali aset Sarinah Thamrin yang dimiliki oleh perseroan. Pengembangan aset tersebut akan dilakukan dengan cara melakukan pembangunan tiga buah tower di wilayah bisnisnya.

Direktur Utama Sarinah GNP Sugiarta Yasa mengatakan, rencananya proses groundbreaking akan dilakukan pada Maret 2019. Dari tiga tower tersebut dua tower merupakan pembangunan baru sedangkan satunya merupakan bangunan lama yang di renovasi.

"Insya Allah bulan depan sudah mulai groundbreaking. Penyelesaiannya 16 bulan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/2/2019).

Baca Juga: Sarinah Gandeng Wika dan PP Bangun Kawasan Bisnis di Thamrin

Nantinya proyek ini akan memiliki nilai investasi sebesar Rp1,8 triliun. Adapun dananya berasal dari pinjaman bank BUMN sebesar 70% dan sisanya berasal dari kas perseroan.

"Total nilai projek Rp1,8 triliun. Pendanaannya 70% pinjaman bank sisanya dari dana kita," ucapnya.

Adapun konsepnya nantinya akan ada tiga tower yang akan dibangun oleh ketiganya dengan masing-masing tower memiliki tinggi 41 lantai. Dari tiga tower tersebut nantinya akan berisi berbagai macam lini bisnis dari mulai ritel hingga perkantoran.

"Ada mallnya ada office juga tentunya prinsipnya ada mize dan memungkinkan ada hiburannya," jelasnya.

Baca Juga: Sarinah Kantongi Rp300 Juta dari Penjualan Online

Bahkan lanjut Sugiarta, tidak menutup kemungkinan akan kembali dibangun apartemen disekitarnya. Tentunya jika lahan yang ada disana masih menyediakan space.

"Kalo memungkinkan dalam bisnis kita tentu ada ritelnya ada officenya kalo memang masih ada spacenya tentunya akan ada apartemennya," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah berpesan agar pembangunan kawasan komersial tersebut tidak menghilangkan identitas Sarinah sebagai bangunan heritage. Karena Sarinah sendiri merupakan gedung bertingkat pertama di Indonesia.

"Jadi saya sudah lihat desainnya saya minta ke pak Ngurah, bahwa kita ingin modern tidak boleh melupakan bahwa ini adalah heritage. Sarinah itu adalah gedung tingkat pertama di Indonesia," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini