nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sarinah Gandeng Wika dan PP Bangun Kawasan Bisnis di Thamrin

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 470 2015270 sarinah-gandeng-wika-dan-pp-bangun-kawasan-bisnis-di-thamrin-uFtot5e1tT.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali melakukan sinergi. Ketiga perusahaan tersebut, PT Sarinah (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan pada hari ini oleh Dirut PT Sarinah GNP Sugiarta Yasa, Dirut PT Wijaya Karya Tumiyana, Dirut PT PP Lukman Hidayat. Penandatanganan tersebut juga disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah.

Kerjasama ini merupakan sinergi untuk pembangunan dua tower baru dan satu baru existing di atas tanah milik PT Sarinah. Lewat kerja sama ini, pengerjaan proyek tersebut nantinya meliputi pemanfaatan kompetensi, fasilitas, dan jasa dengan prinsip Good Corporate Service untuk optimalkan sumber daya masing-masing pihak.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, kerjasama ini sangat positif untuk mempererat antar perusahaan plat merah. Menurutnya, antara perusahaan plat merah tidak boleh saling berkompetisi melainkan harus saling membantu.

"Kalau jadi holding enggak boleh kompetisi," ujarnya dalam acara penandatanganan kerjasama di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/2/2019).

Baca Juga: Sarinah Kantongi Rp300 Juta dari Penjualan Online

Direktur Utama Sarinah GNP Sugiarta Yasa mengatakan, ini merupakan sinergi BUMN untuk saling mendukung. Menurutnya, Sarinah hanya berkompetensi pada sektor ritel sehingga tidak boleh mengambil lahan dari BUMN Karya yang memang sangat berkompeten dalam bidang pembangunan properti.

Lewat kerjasama ini nantinya PT Sarinah akan membangun kawasan komersil di Sarinah Thamrin. Ada sekitar dua tower baru dan satu tower existing yang akan dibangun oleh dua perusahaan BUMN Karya.

"Sinergi BUMN karena sesuai arahan dari pak Deputi, Sarinah itu perusahaan ritel karena kalo kompetensi di bidang properti tentu bumn karya lah . Saat ini kita kerjasama dengan Wika dan PP," jelasnya.

Nantinya lanjut Sugiarta, Sarinah memiliki kepemilkan lahan sebesar 55%. Sedangkan 45% sisanya dibagi untuk PT Wijaya Karya dan PT PP.

"Pemilik lahan majority share holder Sarinah 55% kita. Wika dan PP 45%. Leader holdingnya Sarinah," ucapnya.

Baca Juga: Raih Order dari BUMN, Cara Sarinah Akali Lesunya Minat Pembeli

Nantinya proyek ini akan memiliki nilai investasi sebesar Rp1,8 triliun. Adapun dananya akan berasal dari pinjaman bank BUMN sebesar 70% dan sisanya berasal dari kas perseroan.

"Total nilai projects Rp1,8 triliun. Pendanaannya 70% pinjaman bank sisanya dari dana kita," ucapnya.

Sebagai awal, nantinya kawasan komersial tersebut akan dibangun di lahan seluas 1,7 hektar (ha). Adapun luas tanah yang disediakan sendiri adalah 2,8 ha.

"Thamrin Wahid Hasyim, Sunda itu kurang lebih 2,8 hektar tapi Sarinah yang memiliki lahan 1,7 hektar. Yang kita bangun pertama dulu 1,7 hektar dulu kita akan bangun untuk menjadi gedung 41 lantai dengan tiga basement nanti kita membuat kawasan open jadi smart building juga," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini